Thursday, September 22, 2016

Jadwal Pencairan Tunjangan Guru Honorer Madrasah Jabar bulan Oktober 2016

Pencairan Tunjangan Guru Honorer Madrasah di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk tahun 2016, pada mulanya belum begitu jelas. Sebagai contoh, beberapa ribu tenaga pendidik dan kependidikan honorer di Bandung Barat semula belum mendapat kejelasan terkait tunjangan insentif dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Padahal, tahun lalu mereka mendapat insentif sebesar Rp 600.000 per orang per tahun.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Sekolah KBB Deden Sihabudin menyebutkan, honorer di bawah Disdikpora masih belum diketahui akan mendapat insentif atau tidak. Disdikpora baru menyampaikan akan memberikan insentif bagi 1.081 honorer di bawah Kementerian Agama. Menurutnya, Disdikpora KBB tidak memberikan penjelasan mengenai insentif bagi honorer di luar Kemenag. Pihak (Disdikpora) diangggapnya tidak menyampaikan penjelasan dan tidak memberikan alasan, jadi masih belum jelas.

Lain halnya dengan guru-guru honorer madrasah di Jawa Barat yang sudah memiliki Surat Keputusan Inpassing, dipastikan bulan Oktober ini akan menerima rapel 6 bulan tunjangan fungsional tahun 2015. Tunjangan yang sama untuk 6 bulan berikutnya tahun 2015 juga dipastikan akan dibayarkan pemerintah pada 2016.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Jawa Barat Heri Purnama pada hari Kamis 22 September 2016, ujarnya, bahwa tunjangan sertifikasi guru honorer madrasah di Jabar terhutang dari Agustus sampai Desember 2015 juga akan dibayarkan pemerintah tahun 2016.

"Itu sudah dijanjikan dan dipastikan pula oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat,” ujarnya seraya mengapresiasi Kepala Kanwil Kemenag Jabar Bukhori dan jajarannya yang telah memperjuangkan cairnya tunjangan-tunjangan bagi para guru honorer madrasah tersebut.

Jumlah guru madrasah di Jawa Barat terdata sementara mencapai sekitar 150.000 orang. Sebagian besar di antaranya berstatus tenaga honorer atau non-Pegawai Negeri Sipil.

Dari kisaran jumlah tersebut, guru madrasah yang sudah memiliki SK inpassing sementara ini baru mencapai sekira 16.000 orang. Sekitar 30.000 orang baru memiliki sertifikasi dan sekitar 50.000 orang baru memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dengan honor bulanan hanya Rp 250.000.

Selebihnya merupakan tenaga honorer yang baru tercacat dan mendapat honor alakadarnya di internal sekolah tempat mereka mengajar.

Sebagai info bahwa Inpassing merupakan surat keputusan yang diterbitkan pemerintah dalam rangka kesetaraaan guru bukan PNS. "SK inpassing bagi guru-guru honorer madrasah yang telah memenuhi persyaratannya ditetapkan dan dikeluarkan pemerintah melalui Direktur Jenderal Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republiik Indonesia," kata Heri Purnama.

Diterangkan Heri, setiap guru honorer madrasah yang telah memiliki SK inpassing berhak menerima tunjangan fungsional setara gaji guru bersatus PNS. Besarannya bergantung golongan SK inpasing masing-masing.

Demikian, informasi tentang Jadwal Pencairan Tunjangan Guru tahun 2016, khususnya di lingkungan Guru-guru Honorer Madrasah di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada bulan Oktober 2016 mendatang. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin!



Sumber:
- Pikiran Rakyat
Read More...

Monday, November 9, 2015

Latihan Soal UKG Bulan November 2015

Uji kompetensi guru yang dilakukan dalam jaringan (daring) atau online sudah mulai berlangsung sejak hari ini tanggal 09 November 2015 di 477 kabupaten/kota di Indonesia.

Cara menjawab soal dalam pelaksanaan UKG daring memang disiapkan dalam dua cara, yaitu menggunakan mouse atau menggunakan keyboard. Bagi guru yang tidak terbiasa menggunakan mouse, dapat meminta bimbingan petugas di TUK (Tempat Uji Kompetensi) untuk menggunakan keyboard. Keyboard komputer di TUK juga telah disiapkan hanya ada beberapa tombol yang bisa digunakan dalam aplikasi UKG.

Misalnya untuk menjawab soal. Kalau pakai mouse tinggal klik di salah satu jawaban. Sedangkan kalau di keyboard bisa menekan tombol hurufnya. Misalnya huruf A untuk jawaban A dan seterusnya sampai huruf D. Kemudian untuk melanjutkan ke soal berikutnya tekan tombol spasi.

Untuk membantu para peserta UKG Bulan November 2015, kami berikan contoh-contoh Latihan Soal UKG Bulan November 2015, baik untuk UKG online maupun offline.


Silakan di Download beberapa Latihan Soal UKG 2015 :


Kemampuan Pedagogik



  1. Latihan Soal UKG SD/MI | silakan di unduh disini
  2. Pembahasan Latihan Soal UKG SD/MI | silakan di unduh disini
  3. Latihan Soal UKG TK/Paud | silakan di unduh disini
  4. Pembahasan Latihan Soal UKG TK/Paud | silakan di unduh disini
  5. Latihan Soal UKG SLB | silakan di unduh disini
  6. Pembahasan Latihan Soal UKG SLB | silakan di unduh disini
  7. Latihan Soal UKG SMP/MTs | silakan di unduh disini
  8. Pembahasan Latihan Soal UKG SMP/MTs | silakan di unduh disini
  9. Latihan Soal UKG SMA/MA | silakan di unduh disini
  10. Pembahasan Latihan Soal UKG SMA/MA | silakan di unduh disini
  11. Latihan Soal UKG SMK/MAK | silakan di unduh disini
  12. Pembahasan Latihan Soal UKG SMK/MAK | silakan di unduh disini


Terkait teknis pelaksanaan UKG, patut diperhatikan oleh para peserta bahwa setelah peserta UKG berkumpul di tempat uji kompetensi (TUK) petugas akan membacakan tata tertib yang harus dipatuhi peserta. Beberapa tata tertib tersebut antara lain peserta harus memperlihatkan Kartu Tanda Peserta UKG dan kartu identitas diri yang masih berlaku kepada petugas di ruangan, melakukan validasi data melalui aplikasi UKG, dan mengecek kebenaran kode soal atau mata pelajaran UKG di aplikasi.

Setelah tata tertib dibacakan, peserta UKG mengikuti penjelasan oleh operator sekolah mengenai teknis pengoperasian komputer. Hal-hal yang dijelaskan antara lain mengenai teknis / cara menjawab soal dan tombol-tombol navigasi yang digunakan dalam aplikasi UKG. Kemudian peserta UKG melakukan uji coba atau simulasi uji kompetensi guru dengan menggunakan aplikasi UKG. Tahapan uji coba atau simulasi ini merupakan tahapan yang wajib dilakukan sebelum guru peserta UKG mengerjakan soal UKG yang sebenarnya.

Selanjutnya para peserta yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu ujian berakhir diperbolehkan meninggalkan ruangan ujian. Namun sebelum meninggalkan ruangan ujian, peserta harus meminta stempel kepada petugas agar kartu ujiannya diberikan stempel sebagai tanda telah mengikuti UKG.


Demikian informasi Latihan Soal UKG Bulan November 2015 Gratis dan beberapa info lainnya terkait pelaksanaan UKG November 2015. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!
Read More...

Saturday, October 31, 2015

Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru November 2015

Kegiatan Uji kompetensi Guru (UKG) akan kembali digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Uji kompetensi Guru (UKG) yang bakal digelar bulan November 2015 ini diperuntukkan bagi guru-guru yang mengabdi di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) dan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Adapun untuk program yang akan berlangsung pada 9-27 November 2015 ini, pihak Kemdikbud menganggarkan dana sekitar Rp 261 miliar.

UKG akan diikuti sekitar 2.949.110 guru, baik guru yang mempunyai sertifikasi pendidik maupun guru yang belum bersertifikat pendidik, baik PNS maupun guru honorer. UKG tersebut nilainya sangat penting, karena hasil ujian akan digunakan untuk memperoleh gambaran informasi pedagogik dan profesional. Sedangkan alat untuk mengukur kemampuan sosial dan pribadi guru, Pemerintah menggunakan penilaian kinerja guru.

Terdapat empat (4) kemampuan yang harus dimiliki seorang guru yakni pedagogik, profesional, sosial, dan pribadi. Karena itu, UKG dinilai perlu untuk mendapatkan peta kompetensi yang menjadi bahan pertimbangan untuk diklat dan untuk mengetahui kemampuan guru.

Uji kompetensi Guru (UKG) dilaksanakan semenjak tahun 2012, yang berjalan secara sederhana dan hanya berlaku untuk guru yang bersertifikasi. Nantinya UKG akan dilangsungkan setiap tahun.

Untuk UKG bulan November ini, UKG dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut.

  1. Memperoleh informasi mengenai gambaran kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
  2. Mendapatkan peta kompetensi guru yang akan menjadi bahan pertimbangan guna menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti oleh guru dalam program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
  3. Memperoleh hasil UKG (baik online atau offline) yang merupakan bagian dari penilaian kinerja guru dan akan menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan dalam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada guru.

Mengenai Pelaksanaan Kegiatan UKG (Uji Kompetensi Guru) November 2015 yang melibatkan Guru Kemdikbud dan Guru Kemenag tersebut jadwal pelaksanaannya adalah sebagai berikut :




Keterangan:

Pelaksanaan UKG online tahun 2015 akan berlangsung antara tanggal 9-27 November 2015 secara serentak di seluruh Indonesia. Sedangkan waktu pelaksanaan UKG Offline dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama 1 (satu) hari, jadwal pelaksanaan akan ditentukan kemudian diantara tanggal pelaksanaan UKG online atau setelah UKG online selesai.


Perlu diketahui bahwa UKG (Uji Kompetensi Guru) November 2015 bertujuan juga untuk mengukur kompetensi dasar mengenai bidang studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content. Kompetensi bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi (bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik) dan sesuai dengan kualifikasi akademik guru (bagi guru yang belum bersertifikat pendidik). Kompetensi pedagogik yang diujikan adalah integrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi tersebut dalam kelas.

Pendekatan yang digunakan adalah tes penguasaan substansi bidang studi (subject matter) berdasarkan latar belakang pendidikan, sertifikat pendidik dan jenjang pendidikan tempat guru bertugas. Oleh karena itu instrumen tes untuk guru SD, SMP, SMA dan SMK dibedakan sesuai dengan jenjang pendidikan tempat guru tersebut bertugas. Uji kompetensi pedagogik mengunakan pendekatan inti sel dari varian kompetensi pedagogik dimaksud.

Menurut Dirjen GTK Kemdikbud, Sumarna, bahwa tahun ini standar minimum UKG adalah 5,5. Memang pada tahun 2019 nanti, nilai standar UKG (harus) mencapai 8. Namun untuk yang bulan November ini lebih adil, karena melibatkan semua guru.

UKG akan dilaksanakan dengan dua cara, yaitu dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Hanya 36 dari 520 kabupaten/kota yang tidak melaksanakan UKG secara luring (offline).

Kemdikbud membuat sekitar 200 paket soal untuk 200 mata pelajaran program keahlian. Waktu pelaksanaan tiap guru hanya berlangsung dalam satu hari, tepatnya selama 120 menit, pilihan ganda dengan jumlah soal 60-100 soal. Usai UKG, Kemdikbud akan melangsungkan pendidikan dan pelatihan bagi guru, tentunya dengan berbasis hasil UKG bulan November tersebut.

Demikian informasi tentang Jadwal Uji Kompetensi Guru (UKG) yang akan digelar bulan November tahun 2015. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber:
- Kemdikbud
- Liputan 6
Read More...

Thursday, October 22, 2015

Rujukan Kisi-kisi Soal untuk Uji Kompetensi Guru November 2015

Perlu dipahami dengan sebaik-baiknya bahwa hasil uji kompetensi guru (UKG) tidak akan berpengaruh kepada tunjangan profesi guru. Uji kompetensi Guru (UKG) diselenggarakan dengan tujuan untuk pemetaan supaya tindak lanjut (follow up) pembinaan guru berupa pendidikan dan pelatihan lebih terarah. Untuk persiapan UKG bulan November 2015, guru peserta UKG bisa belajar dari kisi-kisi yang sudah diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengunduhnya di laman resmi.

Kepala Subdirektorat Perencanaan Kebutuhan Guru Kemendikbud, DR. Santi Ambarukmi memberikan pengarahan, bagi guru yang ingin mengetahui (membutuhkan) kisi-kisi uji kompetensi, dapat mengunduhnya di laman gtk.kemdikbud.go.id dan laman sergur.kemdiknas.go.id. Menurutnya pada kisi-kisi itu ada indikator-indikator esensial yang akan jadi soal dalam uji kompetensi, demikian dituturkannya saat gelar wicara dengan RRI Pro 3 FM di Kantor Kemendikbud, Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2015. Selanjutnya kami (admin situs) menyarankan juga untuk mengunduhnya secara mudah karena dikelola dengan baik berdasarkan jenjang satuan pendidikan dan program studinya yaitu di blog tentang informasi tunjangan sertifikasi guru disini.

Beliau juga menjelaskan, untuk mengatasi kelemahan guru yang kurang luwes menggunakan komputer, Kemendikbud juga menyediakan waktu uji coba bagi guru. Guru dapat melakukan uji coba di tempat uji kompetensi sebelum hari pelaksanaan ujian, atau saat hari pelaksanaan ujian.

Pihak Kemdikbud menyediakan tempat untuk belajar di tempat uji kompetensi. Ada sesi uji coba (try out) sistem mulai 20 Oktober 2015 sampai dengan 23 Oktober 2015. Perlu diketahui bahwa di saat mau ujian juga ada sesi latihan. Di awal ada pertanyaan, apakah guru mau latihan dahulu atau langsung ujian.


23 Oktober 2015 Batas Verifikasi Guru untuk Uji Kompetensi Guru (UKG)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan ketentuan bahwa hari ini tanggal 23 Oktober 2015 adalah Batas Verifikasi Guru untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 yang akan diselenggarakan pada bulan November 2015.


Data calon peserta uji kompetensi guru sudah tersedia di aplikasi UKG. Namun guru tetap harus melakukan verifikasi data ke dinas pendidikan kabupaten/kota di daerahnya masing-masing paling lambat tanggal 23 Oktober 2015. Apabila ada data yang perlu diperbarui, para guru bisa memberikan data terbarunya ke operator di dinas pendidikan. Selanjutnya operator memasukkan data untuk dikirim ke tempat uji kompetensi (TUK) yang bisa diakses juga oleh pusat (Kemendikbud).

Kepala Subdirektorat Perencanaan Kebutuhan Guru Kemendikbud, DR. Santi Ambarukmi mengatakan, data yang harus diverifikasi atau diperbarui antara lain sekolah tempat mengajar, mata pelajaran yang diajar, dan jenjang pendidikan.

Santi menuturkan, dari total 3.015.315 guru, ada sekitar 2,9 juta guru yang akan menjadi peserta uji kompetensi. “2,9 juta itu di luar guru agama karena guru agama berada di bawah Kementerian Agama. Sampai dengan tanggal 19 Oktober 2015 yang lalu, peserta uji kompetensi guru yang sudah melakukan verifikasi dan validasi seluruhnya 2.440.689 orang. Verifikasi juga dilakukan untuk penentuan tempat uji kompetensi dan penetapan waktu ujian.

Uji kompetensi guru akan dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online dan luring (luar jaringan) atau offline. Kemendikbud telah menyiapkan 200 paket soal untuk 200 mata pelajaran program keahlian. Waktu pelaksanaan tiap guru hanya berlangsung dalam satu hari, tepatnya selama 120 menit, untuk menyelesaikan soal berupa pilihan ganda. Jumlah soal diperkirakan sekitar 60-100 soal.


Sumber:
- Kemdikbud
Read More...

Monday, September 21, 2015

Informasi Uji Kompetensi Guru Bulan November 2015

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai tahun ini telah mencanangkan dua skema yang akan dilakukan untuk mengukur profesionalisme guru, yaitu secara akademis dan non-akademis. Pengukuran akademis dilakukan dengan rutin menyelenggarakan uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun, dan pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Supranata mengatakan, bahwa mulai tahun 2015 ini semua guru baik yang ada di bawah Kemdikbud maupun Kemenag akan menjalani UKG. Sebelumnya, UKG hanya dilakukan kepada guru yang telah tersertifikasi atau akan disertifikasi. Sumarna Supranata akan melakukan tes UKG ke seluruh guru di bawah Ditjen-nya (GTK) termasuk 318 ribu guru yang ada di Kemenag. Jadi ada 3,8 juta guru yang akan diuji mulai tahun ini untuk tahu potret kompetensinya.

Dirjen Sumarna Supranata, P.HD mengatakan, UKG harus dilakukan secara rutin karena ada target yang harus dicapai. Bahkan di tahun 2019 mendatang, menurutnya, rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin.

  1. Pertama, meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan akuntabilitas GTK | (Guru dan Tenaga Kependidikan)
  2. Kedua, meningkatkan kualitas LPTK |
  3. Ketiga, meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru. |


Sedangkan untuk pengukuran non-akademis yang dilakukan dengan cara menilai kinerja guru, Pranata menjelaskan, pihaknya sedang melakukan review terhadap mekanisme penilaian tersebut. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi. Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut, cenderung bersifat subjektif katanya. Untuk itu diperlukan pihak luar yang juga ikut menilai.

Selanjutnya, siapa saja yang wajib mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) bulan November 2015? Jawaban terhadap pertanyaan ini disampaikan sendiri oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Suraprnata. Beliau mengatakan, yang menjadi peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 adalah seluruh guru tanpa kecuali akan (harus) mengikuti. Memang semenjak 2012 lalu, ujarnya, sudah ada 1,6 juta guru yang mengikuti UKG dan nilai mereka kurang memuaskan. UKG sendiri akan digelar di 26 ribu kelompok kerja guru (KKG).

Kesimpulannya tahun ini seluruh guru tanpa kecuali yang sudah mengikuti UKG aka diuji kembali. Tiga juta guru akan kami potret seluruh kompetensinya.

Berdasarkan data Kemdikbud, berikut kami sampaikan hasil UKG yang sebelumnya didapat oleh 1,6 juta guru dibagi 10 kelompok :

  1. Nilai UKG 0-10: | 1.875 guru
  2. Nilai 10.1-20: | 7.652 guru
  3. Nilai 20,1-30: | 124.925 guru
  4. Nilai 30,1-40: | 405.369 guru
  5. Nilai 40,1-50: | 495.524 guru
  6. Nilai 50,1-60: | 356.557 guru
  7. Nilai 60,1-70: | 167.697 guru
  8. Nilai 70,1-80: | 46.007 guru
  9. Nilai 80,1-90: | 5.453 guru
  10. Nilai 90,1-100: | 192 guru

Terkait jumlah calon peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) bulan November 2015 yang mencapai 3.015.315 orang guru, perinciannya adalah sebagai berikut :


  • 1.677.365 guru status PNS,
  • 523.471 guru tetap yayasan (GTY),
  • 717.257 guru tidak tetap (GTT),
  • 91.963 guru honor daerah dan
  • 5.259 guru bantu.

Dirjen GTK Sumarna mengatakan, Uji Kompetensi Guru ini dilakukan karena pemerintah ingin mempunyai data kompetensi guru secara keseluruhan. Perolehan nilai dari uji kompetensi yang akan dilakukan menjelang akhir tahun ini juga akan dibagi per 10 kelompok. Dari perolehan nilai itu, maka pembinaan akan dilakukan.

Uji Kompetensi Guru ini bisa disebut sebagai tes diagnostik. Dari tes itu kita bisa tahu apa penyakitnya dan apa obat yang mesti kita berikan. Jika ada guru yang sakit kepala kita beri obat sakit kepala, jika ada yang sakit lebih parah maka penangananya akan lebih dalam lagi.

Menurutnya, pihak Kemdikbud akan mempersiapkan 1.900 modul terstandar sebagai obat bagi pembinaan guru. Modul ini nanti akan didigitalisasi dan diunggahdi laman Ditjen GTK. Namun modul tersebut juga akan disebar melalui VCD dan dicetak sebanyak mungkin agar kompetensi guru dapat diperbaiki.

Demikian informasi mengenai Uji Kompetensi Guru 2015 yang akan digelar bulan November tahun 2015. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
- Sumber lainnya yang terpercaya
Read More...

Sunday, September 20, 2015

Penyaluran Tunjangan Profesi Guru harus Tepat Sasaran, Jumlah, dan Waktu

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata, Ph.D. mengatakan, bahwa penyaluran tunjangan profesi guru (TPG), sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 241/PMK.07/2014 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Transfer ke Daerah dan Dana Desa, dilakukan empat kali dalam setahunnya.

Dalam PMK itu disebutkan bahwa penyaluran TPG dilaksanakan secara triwulanan atau pertiga bulan, yaitu triwulan I pada bulan Maret, triwulan II pada bulan Juni, triwulan III pada bulan September dan triwulan IV pada bulan November.

Dirjen Pranata mengatakan, ada tiga asas yang menjadi pegangan pemerintah dalam menyalurkan TPG ini, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

Yang dimaksud dengan tepat sasaran adalah bahwa TPG disalurkan kepada guru yang berhak, yakni yang memenuhi persyaratan, antara lain memenuhi 24 jam tatap muka dan linier dengan bidang sertifikasinya.

Tepat jumlah, artinya jumlah TPG yang disalurkan harus senilai dengan satu kali gaji pokok guru. Untuk guru PNS, gaji pokok ini juga harus diperhatikan karena gaji pokok guru PNS naik sesuai kenaikan golongannya. Untuk guru swasta harus sesuai gaji inpassing. Inpassing adalah penyetaraan dari guru swasta ke guru PNS. Bagi guru swasta yang belum inpassing, ditetapkan TPGnya sebesar 1,5 juta rupiah.

Asas ketiga adalah asas tepat waktu. Pranata mengatakan, bagi guru PNS penyaluran TPG dilakukan pemerintah daerah melalui dana transfer daerah. Sedangkan untuk guru non-PNS, penyaluran TPG dilakukan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemdikbud.

Karena itu ia menegaskan, jika ada keterlambatan penyaluran TPG bagi guru PNS, konfirmasi seharusnya dialamatkan ke pemerintah daerah masing-masing, bukan ke Kemdikbud. Terkecuali kalau SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) tidak keluar, itu baru bisa ditanyakan ke pusat. Karena ketika seorang guru PNS sudah mendapatkan SKTP dari Kemdikbud, maka selanjutnya penyaluran TPG yang bersangkutan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda).

"Secara nasional kebijakan tidak bisa berubah untuk tunjangan, karena slot transfernya sudah ada. Kami akan mempertahankan tunjangan (TPG) ini sesuai tiga asas tadi, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata, Ph.D..


Dikabarkan, Pemerintah juga Siapkan Bantuan Afirmasi untuk Program Sertifikasi Guru di Daerah. Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam hal ini, guru dalam jabatan berarti mereka yang sudah menjadi guru maksimal pada Desember 2005, yaitu di tahun yang sama dengan diterbitkannya UU Guru dan Dosen. Sedangkan bagi mereka yang menjadi guru mulai 1 Januari 2006 harus membiayai sendiri program sertifikasinya.

Akan tetapi kebijakan itu tidak lantas membuat pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) lepas tangan. Kemdikbud sudah menyiapkan bantuan afirmasi untuk pemenuhan kualifikasi guru dan program sertifikasi guru di daerah-daerah tertentu.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata mengatakan salah satu bantuan afirmasi yang sudah berjalan untuk pemenuhan kualifikasi akademik guru adalah di daerah Maluku. Menurut Sumarna Surapranata, sekitar 11.600 guru dibiayai dan disekolahkan ke Universitas Terbuka.

Sedangkan bantuan afirmasi untuk program sertifikasi guru akan dimulai pada tahun 2016 hingga tahun 2019. Dirjen mengatakan, mulai tahun 2016, guru harus membiayai sendiri program sertifikasinya. Beliau mencontohkan proses sertifikasi di profesi akuntan atau pengacara. Untuk mengikuti sertifikasi profesi akuntan dan pengacara/advokat, mereka membiayai sendiri dan tidak didanai pemerintah. Menurutnya, sertifikasi merupakan kebutuhan masing-masing guru, apalagi sertifikasi menjadi salah satu syarat seorang guru berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Saat ini, menurut Pranata, dari total 2.294.191 guru PNS dan Guru Tetap Yayasan (GTY), ada 1.580.267 guru yang sudah mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi tersebut diperoleh melalui PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung), PF (Portofolio) dan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru).

Sedangkan sebanyak 166.770 guru belum mendapatkan sertifikasi, dan 72.082 di antaranya sudah memenuhi syarat sebagai peserta program sertifikasi tahun 2015 dan sedang menjalani program sertifikasi. Mereka semua adalah guru dalam jabatan, yaitu sudah menjadi guru maksimal pada Desember 2005, sehingga program sertifikasinya masih menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pelaksanaan kegiatannya adalah di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang sudah ada selama ini, seperti Unnes Semarang, UPI Bandung, dan lainnya.

Sedangkan sebanyak 547.154 orang, katanya, akan memulai program sertifikasi pada tahun 2016. Mereka adalah orang-orang yang mulai menjadi guru pada 1 Januari 2006 ke atas. Sertifikasi akan dilakukan melalui Program PPG (Pendidikan Profesi Guru), Program Afirmasi dan pembiayaan sendiri dari guru yang bersangkutan.

Demikian artikel mengenai Penyaluran Tunjangan Profesi Guru 2015, semoga bermanfaat terutama untuk Bapak/Ibu Guru yang berada di kota atau pun di desa, yang berada di tingkat pusat atau di daerah. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!



Sumber:
- Kemdikbud RI
Read More...