Saturday, November 10, 2012

Banyak Guru SD di Jambi Belum Bersertifikasi

Advertisement

Di Provinsi Jambi masih terdapat ribuan guru belum disertifikasi. Setiap kabupaten/kota diprovinsi Jambi masing-masing menyisakan hampir seribu-an lebih guru belum disertifikasi. Di Kota Jambi saja misalnya, masih ada 1.000 guru belum disertifikasi. Belum lagi kabupaten lain. Misalnya, kabupaten Muarojambi masih ada 2.719 guru yang belum disertifikasi. Di kabupaten Sarolangun, juga masih ada 2.000-an yang belum disertifikasi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, M Rifai menyatakan, jumlah guru yang sudah bersertifikasi ada sebanyak 3.662 orang. Jumlah itu untuk semua guru, baik guru sekolah negeri maupun sekolah swasta baik SD, SMP, SMA dan SMK.

Di 2012 ini, lanjutnya, jika sudah ada ratusan guru lagi yang dinyatakan lolos uji sertifikasi. Hanya saja, belum diberikan SK. “Jumlahnya saya tidak hafal. Kalau tidak salah ada 800-an orang,” ujarnya. Ditanya soal kendalanya, ia mengatakan, ada beberapa guru yang belum memenuhi kualifikasi untuk menerima sertifikasi. Lalu, apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima sertifikasi" Dijelaskannya, pendidikan guru harus S1.

‘’Guru yang paling banyak belum bersertifikasi adalah guru SD. Kalau masa kerja belum mencukupi, harus capai target dulu baru bisa ikut. Itu harus sesuai aturan,” tandasnya. Dari Kabupaten Muarojambi dilaporkan bahwa hingga kini masih ada sebanyak 2719 guru yang belum tersertifikasi. Total jumlah keseluruhan guru sebanyak 4.219 dan yang sudah tersertifikasi sebanyak 1.500 orang. "Dari 4219 guru baru tersertifikasi sebanyak 1500 sisianya sedang dalam proses sertifikasi oleh Diknas, kami selalu berupaya untuk memaksimalkan jumlah guru yang tersertifikasi namun kini prosesnya semakin komplit seperti adanya UKG dll,"ujar Sekdis Pendidikan Kabupaten Muarojambi Drs. Azwar

Beberapa kendala dalam proses sertifikasi ialah seperti masih kurangnya jam mengajar guru, usia dan persyaratan lainnya seperti Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang dinilai cukup rumit. "Jam mengajar belum banyak yang terpenuhi karena masih ada masalah dalam pemerataan guru, adanya kendala di usia dll, namun kedepan kami akan memberikan penjelasan yang lebih mendapam kepada guru yang belum tersertifikasi,"imbuh Azwar. Dari kabupaten Sarolangun dilaporkan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kinerja para pendidik di kabupaten Sarolangun, Dinas Pendidikan Sarolangun mengadakan seleksi guru sertifikasi. Untuk menjadi guru bersertifikasi tersebut, tentunya harus melalui beberapa pertimbangan, seperti usia, lamanya masa bakti dan pangkat atau golongan.

Hal ini diungkapkan sekretaris dinas pendidikan kabupaten sarolangun Drs. Marsudik. Menurut marsudik jumlah guru yang sudah menjadi guru sertifikasi hampir seribu guru, sedangkan yang masih dalam proses berjumlah dua ratus guru. “Dari 3000 guru yang ada di kabupaten Sarolangun ini, sampai sekarang kita sudah memiliki 927 orang guru bersertifikasi. Dan berkisar dua ratus guru masih dalam proses,” ujar Marsudik.

Dari Tebo sendiri dilaporkan, ada 1.163 orang guru yang berada di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tebo belum disertifikasi. Hal ini di karenakan masih banyak persyaratan guru-guru yang belum di sertifikasi tersebut belum lengkap. Hal ini di jelaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikbudpora) Kabbupaten Tebo, Drs Zulkifli melalui Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Tebok Triyatna. Dikatakannya, sampai sekarang masih banyak guru-guru yang berada di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tebo ini belum disertifikasi. Belum di sertifikasikannya guru-guru tersebut, karena masih banyak persyaratan yang belum di lengkapi oleh guru-guru tersebut.

“ Masih banyak guru-guru di Kabupaten Tebo ini yang belum disertifikasi. Hal ini di karenakan untuk persyaratan yang di ajukan oleh guru tersebut masih belum lengkap.“ jelasnya.

Sumber : Jawa Pos

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment