Saturday, November 10, 2012

Evaluasi Guru via hasil UN

Advertisement

Hasil ujian nasional (UN) bisa menjadi alat untuk mengetahui kompetensi guru di suatu daerah untuk kemudian dilakukan intervensi perbaikan. Hal tersebut disampaikan Wamendikbud, Prof.Musliar Kasim. "Misalnya saja diketahui di Nusa Tenggara Timur banyak siswa yang tidak lulus mata pelajaran matematika, tapi di daerah lain ternyata yang rendah nilai bahasa Indonesia," katanya seusai meresmikan acara Konferensi Keluarga Cerdas Frisian Flag di Jakarta (1/6).

Ia menambahkan, pelaksaan ujian nasional (UN) sangat penting untuk perbaikan kualitas sekolah ke depannya. "Tanpa UN tidak akan diketahui kondisinya karena tidak mungkin kita melatih 2,9 juta guru di seluruh Indonesia. Dengan hasil UN ini kita ketahui daerah mana yang rendah dan apa intervensinya," katanya.

Saat ini jumlah sekolah di Indonesia sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah. Kualitas sekolah tersebut hanya bisa diketahui dari hasil UN. "Dari evaluasi kita umumnya kebanyakan guru mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya. Selanjutnya, menurut Musliar, Kemdikbud akan mendorong guru-guru mengajar sesuai dengan bidang kompetensinya," tambahnya.

Dia juga menilai angka kelulusan UN tidak terlalu tinggi. "Untuk kelulusan kan tidak dipatok angka 9, tapi 5,5. Masak masih tidak mau," katanya.

Dia juga meminta agar anak-anak yang tidak lulus UN tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan mengikuti kejar paket A, B, atau C tergantung jenjang pendidikannya.

Sumber : Kompas

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment