Tuesday, November 6, 2012

Penyebab Guru SD Tak Lulus Sertifikasi

Advertisement

Penyelenggaraan Program Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen. Untuk dapat meraih sertifikat, guru harus menghadapi ujian sertifikasi termasuk guru-guru yang mengajar di sekolah dasar. Kelulusan sertifikasi guru SD dikabarkan walaupun telah lulus Uji Kompetensi Awal (UKA) dan menjalani Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), banyak guru untuk jenjang sekolah dasar (SD) yang akhirnya tidak lulus sertifikasi. Penyebab utama para guru tidak lulus ini adalah adanya nilai standar nasional minimal sebesar 42 yang diambil dari nilai rata-rata UKA yang dilakukan pada Februari lalu.

Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, mengatakan, pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun ini sudah tidak sejalan dengan PP No 74 Tahun 2008 Pasal 12. Ia menjelaskan, uji kompetensi dalam sertifikasi hanya menggunakan dua instrumen, yaitu portofolio dan PLPG. Untuk itu, ia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dapat mengkaji ulang pelaksanaan sertifikasi itu.

“PGRI sangat mendukung setiap usaha untuk meningkatkan mutu guru, tetapi jangan sampai atas alasan peningkatan mutu, kebijakan itu melanggar aturan dan menyiksa guru,” ujar Sulistiyo saat dihubungi, Minggu (21/10/2012). Dia juga mengungkapkan, pelaksanaan sertifikasi dengan melakukan UKA untuk tolak ukurnya dinilai oleh PGRI dapat menghilangkan hak asasi guru yang berusia di atas 50 tahun dan telah mengabdi sebagai guru lebih dari 20 tahun. Pasalnya, para guru ini umumnya telah masuk golongan IV A dan semestinya dapat langsung ikut sertifikasi tanpa harus melalui UKA.

“Jika tak lulus UKA, maka harus mengulang tahun depan. Dari sisi psikologis dan kemampuan, guru-guru dengan usia lanjut ini berbeda dengan guru yang masih muda. Padahal, dari masa kerjanya saja, guru yang usia lanjut bisa dibilang punya pengalaman lebih,” kata Sulistiyo.

Kendati demikian, ia tetap meminta agar para guru belajar mengembangkan kompetensinya, meningkatkan kinerjanya, terlebih yang telah menerima tunjangan profesi guru (TPG). "Guru harus malu jika sudah menerima TPG tetapi kerjanya tidak semakin baik dan kemampuan serta keterampilannya tidak semakin meningkat,” tandasnya.

Untuk sergur tahun 2013 terdapat beberapa perubahan baik mekanisme penyelenggaraan maupun proses penetapan peserta. Perubahan mekanisme penyelenggaraan yaitu disampaikannya modul/bahan ajar lebih awal kepada peserta PLPG sebelum mengikuti PLPG. Perubahan pada proses penetapan peserta yaitu penetapan peserta dilaksanakan setelah selesai uji kompetensi dan uji kompetensi diikuti seluruh guru yang belum bersertifikat pendidik dan telah memenuhi persyaratan, perangkingan dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online, penetapan sasaran/kuota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi. Semoga saja kelulusan sertifikasi guru SD bisa meningkat, Amin Ya Rabbal Alamin!

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment