Wednesday, December 5, 2012

Tunjangan Sertifikasi Guru Solo Cair Medio Desember

Advertisement

Salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan guru adalah berupa tunjangan profesi yang besarnya setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok bagi guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo (Surakarta) menyatakan tunjangan sertifikasi guru triwulan IV periode Oktober-Desember akan cair medio bulan ini, demi kelancaran prosesnya para guru diharapkan menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPj) secepatnya.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Solo, Sulardi, menjelaskan pencairan itu bisa dilakukan jika semua sekolah telah mengumpulkan LPj tanpa revisi ke Disdikpora. Pihaknya menyatakan tidak ada tenggat waktu pengumpulan LPj, karena konsekuensinya akan kembali pada guru. “Pencairan tunjangan sertifikasi guru akan cepat kalau pengumpulan LPj cepat, kalau lambat pencairan juga lambat,” jelasnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/12).Sulardi mengimbau kepada sekolah untuk memperhatikan setiap detail LPj agar tidak perlu dikembalikan untuk direvisi. Dirinya mencontohkan masih banyak kekeliruan yang ditemukan dalam pangkat dan golongan.

“Sebelum dikumpulkan dicek nama, pangkat, golongan, jumlah dana, jumlah PPh dan jumlah dana yang diterima tiap orang,” tegasnya. Selain itu dia menegaskan agar sekolah tidak mengubah format LPj yang telah ditentukan dari Disdikpora, karena hal itu akan mengganggu dalam proses rekap data. “Kali ini sudah ada dua sekolah yang mengubah format, terpaksa kami kembalikan untuk diperbaiki,” imbuhnya.

Meski demikian Sulardi tetap berusaha agar dana senilai lebih dari Rp32 miliar untuk 3.766 guru PNS di kas daerah itu bisa segera dicairkan bulan ini. Sementara itu, tunjangan sertifikasi untuk triwulan III periode Juli-September telah cair akhir bulan lalu. Para guru diminta untuk mengecek ke rekening masing-masing sebelum menandatangani LPj.

Sementara itu, Sulardi menambahkan, tunjangan sertifikasi untuk guru tetap yayasan (GTY) hingga saat ini masih menunggu informasi dari provinsi. Pasalnya surat keterangan penetapan penerima (SKPP) tunjangan dalam proses dekosentrasi di provinsi. “Untuk para GTY tunggu info selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu diberitakan bahwa dana tunjangan sertifikasi yang diterima Kabupaten Bantul tak mencukupi untuk membayar kebutuhan dana tunjangan sertifikasi yang ada. Kekurangan dana mencapai Rp4,642 miliar. Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul, Jupriyanto, mengatakan berdasarkan hasil pertemuan dengan Dinas Pendidikan, Selasa (4/12/2012), diketahui dana tunjangan sertifikasi untuk pembayaran akhir tahun mengalami kekurangan. Dari sekitar Rp16 miliar yang dibutuhkan, saat ini dana yang tersisa hanya sekitar Rp12 miliar.

Kekurangan dana tersebut terjadi karena anggaran yang diberikan Pemerintah Pusat berbeda dengan anggaran dari Dinas Pendidikan. Untuk 2012 ini, Bantul mendapatkan kucuran dana Rp201,5 miliar yang dicairkan dalam empat triwulan. Sementara kebutuhan dana adalah Rp206,1 miliar atau kurang Rp4,6 miliar dari dana yang ada. Ketidakcocokan dana tersebut disinyalir terjadi karena adanya perbedaan data antara pemerintah pusat dengan dinas pendidikan Bantul baik dasar maupun menengah.

Sebagaai info bahwa mulai tahun anggaran 2012, penyaluran tunjangan profesi bagi guru bukan PNS dan guru binaan provinsi dibayarkan melalui dana dekonsentrasi, baik untuk guru lulusan sertifikasi tahun 2011 maupun lulusan tahun sebelumnya.

Sumber : Solopos

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment