Friday, January 11, 2013

Dana Kesra Guru Sebaiknya Dialokasikan Untuk Pembinaan

Advertisement

Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh meminta Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk tidak memberikan dana kesejahteraan guru dalam bentuk tunai.

Anggaran senilai Rp 157 miliar yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013 tersebut sebaiknya diberikan dalam bentuk program pembinaan peningkatan kualitas guru. Ketua KoBar-GB Sayuthi Aulia mengungkapkan alasannya bahwa kalau dana diberikan dalam bentuk uang tunai tidak akan efektif. Dana sebesar itu, sebaiknya bisa dimanfaatkan bagi pelatihan guru karena menurutnya kualitas guru di Aceh sangat rendah dan ini berdampak pada buruknya mutu pendidikan.

Sayuthi menerangkan, hasil kajian dari tim koordinasi pembangunan, pendidikan pemerintah Aceh membuktikan bahwa kualitas guru di Aceh memang masih sangat rendah.
Bukan hanya itu, hasil uji kompetensi guru yang dilaksanakan secara Nasional malah menempatkan posisi Aceh pada peringkat 30 dari 33 Provinsi di Indonesia.

Kemudian, hasil Pendidikan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) yang dilaksanakan FKIP Unsyiah Tahun 2012 kemarin juga mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dari 6700 guru yang mengikuti diklat tersebut, hanya 1.800 orang guru saja dinyatakan lulus, selebihnya dinyatakan tidak lulus.

"Fakta itu tidak dapat dipungkiri dan ini salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di Aceh," terangnya.

Oleh karena itulah, Dinas Pendidikan harus memprioritaskan peningkatan kualitas dan kapasitas tenaga pendidik, kalau tidak dilakukan, maka. Pemerintah pusat bisa saja tidak lagi mengucurkan dana sertifikasi kepada guru di daerah ini.

Selain itu, guru yang dianggap tidak berkualitas bisa saja diberhentikan dan dimutasi sebagai pegawai biasa ataupun sebagai tata usaha.

Lebih lanjut, untuk menghindari itu, maka Dinas Pendidikan harus merubah strategi. Dana APBA yang selama ini begitu dominan digunakan bagi pembangunan fisik bisa dialihkan untuk melatih guru.

Kalau memang Pemerintah kekurangan dana, maka salah satu solusinya bisa memanfaatkan dana Kesra Rp 157 miliar yang akan dialokasikan dalam APBA 2013.

"Kalau kurang dana, maka kita minta tidak lagi berikan dana kesra dalam bentuk uang tunai. Tapi dalam bentuk program seperti era 80-an. Peningkatan kualitas guru juga visi misi gubernur dan Dinas Pendidikan harus bisa merealisasikan itu," ujarnya. (sul)

Sebagai info bahwa mulai tahun 2014 dana kesejahteraan guru tidak sepenuhnya ditanggung lagi dalam APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh). Pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa mengalokasikan dana sharing dikarenakan semakin besarnya beban Pemerintah Aceh.

Jawa Pos

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment