Tuesday, January 8, 2013

Tunjangan Sertifikasi Guru Timor Tengah Utara Telat Cair

Advertisement

Terlambatnya atau tidak jelasnya pembayaran tunjangan sertifikasi guru (TPG) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, membuat sejumlah pihak mengendus kejanggalan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Kabupaten TTU.

Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi, Nusa Tenggara Timur, Viktor Manbait, Kamis (3/1/2013) mengatakan, dana sertifikasi guru yang sudah ditransfer ke kas daerah untuk setiap bulannya paling lambat tanggal 27, tetapi para guru yang berhak, dalam dua tahun terakhir ini, selalu terlambat menerimanya. Bahkan oleh Pemerintah Daerah TTU dijadikan dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).

"Saya kira Kepolisian Resor TTU dan Kejaksaan Kefamenanu sudah harus melakukan penyelidikan atas keanehan 'pengelolaan' dana sertifikasi guru oleh Dinas PPO TTU. Menurut saya ada dugaan manipulasi dan penipuan serta di sana juga tidak tertutup kemungkinan adanya korupsi tersistematis dan berjamaah di tubuh Dinas PPO TTU. Parahnya lagi di tahun 2012, sampai enam bulan tidak terbayar," jelas Viktor.

Viktor juga merasa heran atas komentar Kepada Dinas (Kadis) PPO TTU di sejumlah media massa bahwa pembayaran dana sertifikasi guru akan terbawa sampai tahun 2014. "Ini sangat aneh dan menimbulkan tanda tanya besar. Saya kira kadis PPO sekarang sudah terlalu lelah untuk gesit memimpin Dinas PPO yang sangat berat, dan sudah saatnya untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri, kasihan kalau kemudian menyusahkan diri sendiri," sindir Viktor.

Viktor berharap Bupati TTU harus turun tangan mengambil alih masalah keterlambatan pencairan dana sertifikasi guru, dan menunjuk orang baru yang lebih enerjik untuk memimpin Dinas PPO. Menurutnya, kinerja dinas PPO buru, sampai Oktober 2012 lalu, penyerapan anggaran baru bergerak di bawah sembilan persen.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas PPO Kabupaten TTU, Vinsensius Saba menyatakan, alasan tertundanya pembayaran tunjangan sertifikasi guru karena pihaknya masih melakukan verifikasi nomor rekening para guru calon penerima. Verifikasi dilakukan untuk menghindari adanya kiriman yang tertukar. Menurutnya, proses verifikasi nomor rekening membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Saya sudah perintahkan staf ke bank untuk koordinasi dengan pihak bank agar jangan sampai nanti uangnya salah masuk, sehingga tentunya proses agak tertunda. Dan saya pastikan awal tahun 2013 dana tersebut sudah cair," kata Vinsensius.

Sumber:Kompas

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment