Sunday, April 28, 2013

Pengumuman Sertifikasi Guru 2013

Advertisement

Sertifikasi dapat didefinisikan sebagai suatu konfirmasi karakteristik tertentu dari orang, organisasi atau objek.
Dalam kaitannya dengan orang pemberian sertifikasi tersebut adalah untuk melihat kemampuan kompetensi dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya. Certification may refers to the confirmation of certain characteristics of an object, person, or organization. Where a person is certified as being able to competently complete a job or task, usually by the passing of an examination (professional certification).

Sertifikasi Guru merupakan salah satu bentuk sertifikasi profesional. Sertifikasi guru bisa diartikan sebagai suatu proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru ini bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan kesejahteraan guru, serta meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas.



Mengacu hasil evaluasi pelaksanaan sertifikasi guru tahun sebelumnya dan didukung dengan adanya beberapa kajian/studi, maka dilakukan beberapa perubahan mendasar pada pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2013, khususnya proses penetapan dan pendaftaran peserta.

Perubahan-perubahan tersebut antara lain perekrutan peserta sertifikasi guru sekaligus dilakukan untuk perangkingan calon peserta tahun 2013-2015 oleh sistem terintegrasi dengan data base NUPTK yang dipublikasikan secara online, penetapan sasaran/kuota per provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi.

Pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2013 dimulai dengan pembentukan panitia pelaksanaan sertifikasi guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pemberian kuota kepada dinas pendidikan kabupaten/kota, dan penetapan peserta. Agar seluruh pihak yang terkait pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang sama tentang kriteria dan proses penetapan peserta sertifikasi guru, maka perlu disusun Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2013.

Validasi data Guru Belum Bersertifikat Pendidik sudah diselesaikan Kemdikbud tanggal 7 Mei:

Pihak Kemdikbud merilis info bahwa validasi data selesai dilakukan per 7 Mei 2012, data tidak valid sudah dikeluarkan dari daftar calon peserta :

- Jenjang dan atau tempat tugas tidak diisi
- Bidang studi TIK, tidak memenuhi kriteria untuk bidang studi TIK
- Usia libih besar atau sama dengan 59 tahun atau usia kurang dari 16 tahun

Selama proses sertifikasi guru, pada tahap sebelum maupun sesudahnya, tidak dipungut biaya apapun

- Keterangan : yang dimaksudkan validasi data selesai dilakukan per 7 Mei 2012, menurut hemat kami adalah per 7 Mei 2013

Terkait tahap verifikasi data guru, daftar guru belum bersertifikat pendidik dan panduan penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2013 perlu difahami permasalahan berikut :

Pertama, Kisi-Kisi Uji Kompetensi (UK) Tahun 2013
Kisi-kisi UK Sertifikasi Guru 2013 dibuat untuk guru-guru yang mengajar di jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mata pelajaran yang sudah disosialisasikan ada sekitar 69 mata pelajaran. Dimana sekitar 29 bidang studi berupa mapel umum seperti mata pelajaran Guru Kelas TK, mata pelajaran Guru kelas SD, mata pelajaran SLB, mata pelajaran Penjaskes, mata pelajaran IPA, mata pelajaran Matematika, mata pelajaran Biologi, mata pelajaran Fisika, mata pelajaran Kimia, dan lain-lain.

Sedangkan untuk mata pelajaran dalam lingkup Sekolah Menengah Kejuruan sekitar 40 kompetensi keahlian diantaranya kompetensi keahlian Instrumentasi Industri, kompetensi keahlian Teknik Kimia, kompetensi keahlian Teknik Elektronika, kompetensi keahlian TKI, kompetensi keahlian Seni Rupa, kompetensi keahlian Teknik Bangunan, kompetensi keahlian Teknik Plambing dan Sanitasi, kompetensi keahlian Teknik survei dan pemetaan, kompetensi keahlian Teknik Ketenagalistrikan, kompetensi keahlian Teknik Pendingin dan tataudara, dan lain-lain.


Kedua, Daftar guru belum bersertifikat pendidik
Guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.

Ketiga, Sertifikasi Guru dalam jabatan Tahun 2013 : Buku 1. Pedoman Penetapan Peserta
Penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2013 harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan sesuai urutan prioritas. Untuk itu BPSDMPK-PMP Kemdikbud telah mengembangkan AP2SG secara online dan terintegrasi dengan database NUPTK. Aplikasi tersebut telah difasilitasi dengan informasi persyaratan peserta dan prioritas perangkingan. Aplikasi bekerja secara otomatis menampilkan guru-guru yang memenuhi syarat. AP2SG menampilkan SELURUH daftar bakal calon sertifikasi guru tahun 2013-2015 berdasarkan hasil perbaikan data NUPTK yang dikirim oleh operator dinas pendidikan kabupaten/kota.

Keempat, Jadwal Uji Kompetensi (UK) Tahun 2013
Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi (UK) 2013 mengalami perubahan. Penyelenggaraan UKG 2013 menurut jadwal semula akan digelar tanggal 2 April s.d. 12 April 2013, dirubah atau dimundurkan ke bulan Mei tahun 2013 (hari dan tanggal belum ditetapkan). Alasan perubahan pelaksanaan UKG tersebut dikarenakan anggaran pelaksanaan UKG masih dalam proses pembahasan ulang untuk proses pencairan dananya.


Prinsip Sertifikasi Guru


Sertifikasi Guru dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Objektif yaitu mengacu kepada proses perolehan sertifikat pendidik yang impartial, tidak diskriminatif, dan memenuhi standar pendidikan nasional. Transparan yaitu mengacu kepada proses sertifikasi guru yang memberikan peluang kepada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperoleh akses informasi tentang proses dan hasil sertifikasi guru. Akuntabel merupakan proses sertifikasi guru yang dipertanggungjawabkan kepada pemangku pendidikan secara administratif, finansial, dan akademik. Prinsip Sertifikasi Guru yang lainya adalah berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Program sertifikasi pendidik dilaksanakan untuk memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Dalam pelaksanaannya Sertifikasi Guru harus dijalankan secara terencana dan sistematis. Supaya pelaksanaan program sertifikasi guru berjalan dengan efektif dan efisien harus direncanakan secara matang dan sistematis. Sertifikasi guru mengacu pada kompetensi guru dan standar kompetensi guru. Kompetensi guru mencakup empat kompetensi pokok yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sedangkan standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang kemudian dikembangkan menjadi kompetensi guru TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran. Untuk memberikan sertifikat pendidik kepada guru, dilakukan melalui uji kompetensi dan pemberian sertifikat pendidik secara langsung kepada guru yang memenuhi persyaratan.

Sementara itu perihal jumlah peserta sertifikasi guru ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini bertujuan agar sertifikasi guru berjalan secara efektif dan efisiens sehingga kualitas hasil sertifikasi guru terjamin. Berdasarkan jumlah yang ditetapkan pemerintah tersebut, maka disusunlah kuota guru peserta sertifikasi guru untuk masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Penyusunan dan penetapan kuota tersebut didasarkan atas jumlah data individu guru per Kabupaten/Kota yang masuk di pusat data Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sebagai contoh website Sertifikasi Guru memberikan ilustrasi untuk Sertifikasi Guru tahun 2013, Pemerintah menetapkan kuota sertifikasi guru bertambah 100.000 guru, menjadi 350.000 guru, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, penambahan kuota sertifikasi guru ini untuk mengejar target penyelesaian sertifikasi guru pada tahun 2015 sesuai dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.

Untuk guru yang sudah memegang sertifikat pendidik Pemeintah akan segera melakukan evaluasi. Evaluasi dimaksud dalam kerangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara terus menerus. Pendidikan dalam prosesnya akan menghasilkan outcome yang final. Artinya, sekali satuan pendidikan memberikan tanda tamat belajar kepada siswa maka itulah hasil akhir dari proses yang ditawarkan sekolah dan dibeli oleh siswa. Jadi, kalau terjadi kesalahan dalam proses pendidikan yang diakibatkan oleh tidak dimilikinya kompetensi oleh guru, maka tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki outcome dari sebuah proses pendidikan oleh satuan pendidikan itu sendiri.

Jika saja para guru yang telah disertifikasi itu tidak berdampak pada kualitas layanan, dapat dikatakan bahwa program sertifikasi belum berhasil. Di negara lain pun semua profesional juga selalu dievaluasi secara periodik. Misalnya di Amerika Serikat seorang ahli mekanik saja harus lulus uji sertifikasi setiap lima tahun sekali. Kalau tidak lulus, maka ijin bengkelnya dicabut. Begitu juga seorang dokter, setiap lima tahun sekali harus menjalani uji kompetensi. Kalau tidak lulus mereka di-grounded, tidak bisa prektek di bidang kedokteran lagi. Bagaimana semangat eavaluasi para guru bersertifikat pendidik? Tentu tidak ada niatan untuk memutuskan kegiatan mengajar mereka di dunia pendidikan, terlebih lebih memutuskan tunjangan profesinya. Tujuan utamanya ialah agar para guru profesional kita sadar bahwa continues professional development tetap dilakukan secara kontinyu.

Copyright © 2013 Sertifikasi-guru.com all rights reserved


Related Articles:

0 comments:

Post a Comment