Wednesday, May 15, 2013

Guru Peserta UKA Sergur 2013

Advertisement

Pelaksanaan kegaitan uji kompetensi awal (UKA) sebelum mengikuti PLPG merupakan salah satu bentuk upaya penjaminan mutu proses pelaksanaan sertifikasi guru tahun anggaran 2013. Uji kompetensi awal ini bertujuan untuk menetapkan akademik minimal peserta pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).

Pelaksanaan uji kompetensi awal melibatkan berbagai instansi antara lain BPSDMP dan PMP, LPTK, LPMP, dan Dinas Pendidikan Kabuaten/Kota. Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi awal sertifikasi guru dalam jabatan adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru.


Mengenai siapa saja yang merupakan peserta uji kompetensi awal (UKA) tahun 2013, ditegaskan sendiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, di Jakarta, Rabu (17/4/2013). Pesertanya adalah guru-guru yang belum mengikuti sertifikasi, para guru yang ikut, yang namanya masuk dalam database Kemdikbud yang didaftarkan dinas pendidikan daerahnya. Uji kompetensi ini untuk memetakan kompetensi guru, seperti yang dilakukan kepada guru bersertifikat di tahun lalu.

Menurutnya, tercatat ada 623.489.000 guru TK-SMA/SMK yang ikut pendaftaran uji kompetensi. Uji kompetensi guru yang tahun 2012 sudah dilakukan untuk guru bersertifikat, hal itu dilakukan bukan untuk menentukan kelulusan guru agar bisa ikut sertifikasi. Kemdikbud memang pernah menggelar uji kompetensi awal (UKA) untuk calon guru yang masuk dalam kuota sertifikasi tahun lalu.

Penyelenggaraan uji kompetensi guru ini untuk pemetaan kompetensi guru-guru. Adapun untuk bisa ikut sertifikasi, Pemerintah mengacu pada aturan yang ada, yakni melihat usia dan golongan masa kerja, selain itu, untuk sertifikasi tahun 2013, yang juga diprioritaskan ialah para guru yang gagal di UKA 2012, tetapi sudah mengikuti pelatihan, serta guru yang tidak lulus dalam pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) tahun 2011.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sahiri Hermawan mengatakan, uji kompetensi guru untuk pemetaan memang dibutuhkan untuk mendukung kebijakan pembinaan guru secara tepat.

Sebagai bahan-bahan untuk dipelajari kami juga sampaikan kembali beberapa hal terkait sistem sertifikasi guru tahun anggaran 2013 berdasar pada Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta Sergur 2013, diantaranya :

  1. Guru berkualifikasi akademik S-2/S-3 dan sekurang-kurangnya golongan IV/b atau guru yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c, mengumpulkan dokumen untuk diverifikasi asesor Rayon LPTK sebagai persyaratan untuk menerima sertifikat pendidik secara langsung.
    Penyusunan dokumen mengacu pada Pedoman Penyusunan Portofolio (Buku 3). LPTK penyelenggara sertifikasi guru melakukan verifikasi dokumen. Apabila hasil verifikasi dokumen, peserta dinyatakan memenuhi persyaratan (MP) maka yang bersangkutan memperoleh sertifikat pendidik. Sebaliknya, apabila tidak memenuhi persyaratan (TMP), maka guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Guru yang lulus menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan yang tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.
  2. Guru berkualifikasi S-1/D-IV; atau belum S-1/D-IV tetapi sudah berusia 50 tahun dan memiliki masa kerja 20 tahun, atau sudah mencapai golongan IV/a; dapat memilih pola PF atau PLPG sesuai dengan kesiapannya melalui mekanisme pada SIM NUPTK.
  3. Bagi guru yang memilih pola PF, mengikuti prosedur sebagai berikut:
    a. Menyusun portofolio dengan mengacu Pedoman Penyusunan Portofolio (Buku 3).
    b. Portofolio yang telah disusun diserahkan kepada LPMP setempat melalui dinas pendidikan kabupaten/kota untuk dikirim ke LPTK sesuai program studi.
    c. Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru dapat mencapai batas minimal kelulusan (passing grade), dilakukan verifikasi terhadap portofolio yang disusun. Sebaliknya, jika hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru tidak mencapai passing grade, guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Apabila lulus, guru tersebut menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan
    kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.
    d. Apabila skor hasil penilaian portofolio mencapai passing grade, namun secara administrasi masih ada kekurangan maka peserta harus melengkapi kekurangan tersebut (melengkapi administrasi atau MA) untuk selanjutnya dilakukan verifikasi terhadap portofolio yang disusun.
    e. Apabila hasil verifikasi dinyatakan lulus, guru yang bersangkutan memperoleh sertifikat pendidik. Sebaliknya, apabila verifikasi portofolio tidak lulus, maka guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Apabila lulus, guru tersebut menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi
    tahun berikutnya.
  4. Peserta yang memilih pola PLPG wajib mengikuti uji kompetensi awal.
    Pelaksanaan PLPG ditentukan oleh Rayon LPTK sesuai ketentuan yang tertuang dalam Rambu-Rambu Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (Buku 4).
  5. PLPG diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta yang lulus uji kompetensi berhak mendapat sertifikat pendidik dan peserta yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti satu kali ujian ulang. Apabila peserta tersebut lulus dalam ujian ulang, berhak mendapat sertifikat pendidik dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.

Kiranya bisa disimpulkan bahwa Peserta UKA adalah peserta sertifikasi guru kuota tahun 2013 yang ditetapkan atas dasar Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG). Semoga bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!


Diolah oleh Team sertifikasi-guru.com


Related Articles:

1 comment:

  1. Terserah pemerintah aja lah....guru mah pasrah .

    ReplyDelete