Friday, August 30, 2013

Dana Sertifikasi Guru PAI dan Guru Kemdikbud Cair September

Kalaulah untuk beberapa daerah pencairan dana tunjangan sergur triwulan 2 cair di bulan Agustus. Ternyata ada juga beberapa daerah lainya yang dijadwalkan baru cair bulan September 2013. Seperti halnya di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Provinsi Lampung. Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat) Tri Kancono, dana tunjangan sertifikasi guru sudah bisa dicairkan pada awal bulan September 2013 mendatang. Tri berdalih, belum disalurkannya seluruh dana tunjangan sertifikasi guru dikarenakan SK dari Dirjen Kementerian Pendidikan terhadap penerima tunjangan sertifikasi belum turun.

"Kemungkinan belum turunnya SK tersebut karena masih adanya kekurangan syarat-syarat dari penerima tunjangan sertifikasi. Alasan dirjen begitu kepada kami, dimana ada sebagian si penerima tunjangan ini yang syarat-syaratnya belum lengkap. Sehingga pendistribusiannya tidak bisa bersamaan," kata Tri Kencono, Selasa (20/8/2013). Dijelaskan, untuk triwulan I tahun 2013 ini dana tunjangan sertifikasi sudah dicairkan kepada 2561 guru dengan anggaran mencapai Rp24,8 Miliar.

"Sedangkan guru yang belum mencairkan dana tunjangan sertifikasi ada 500 orang dengan anggaran yang tersisa sebesar Rp7 Miliar. Saat ini, dana tersebut masih tersimpan di kas daerah Pemkab Lamsel," ujarnya. Selanjutnya, untuk triwulan kedua yang akan menerima dana tunjangan sertifikasi sebanyak 2718 guru, termasuk di dalamnya sekitar 157 guru dari 500 orang yang belum menerima dana sertifikasi pada triwulan pertama.

"Pencairannya awal September 2013 nanti. Sedangkan untuk 157 guru yang belum menerima pada triwulan pertama mereka akan menerima dobel mengingat pada triwulan pertama belum menerima," ungkapnya. Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamsel ini menghimbau, bagi guru yang ingin mendapatkan informasi lengkap dapat mempertanyakan langsung kepada Disdik Lamsel, sehingga tidak terjadi simpang siur.

Diberitakan sebelumnya, beberapa guru setempat mengungkapkan kekecewaannya dengan pendistribusian tunjangan dana sertifikasi bagi guru sekolah dasar (SD) karena sudah ada yang menerima dan sebagian lagi belum menerimanya. Padahal, guru yang belum menerima tunjangan sertifikasi sudah melengkapi data dan syarat-syarat lain yang ditentukan oleh Disdik Lamsel tetapi hingga kini belum juga menerimanya.

Sertifikasi Guru PAI Cair September

Untuk sekitar sekitar 300 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sudah bersertifikasi di Kabupaten Dompu, juga ada kabar gembira karena tunjangan sertifikasi triwulan kedua tahun 2013 direncanakan cair September 2013. "Meski relatif telat, Insya Allah, pencarian dana sertifikasi triwulan kedua akan dicairkan September. Anggarannya sudah tersedia,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Dompu Syamsul Ilyas, M.Si, pada wartawan di halaman Kantor Bupati Dompu. Menurutnya, jumlah guru PAI yang penerima tunjangan sertifikasi tahun ini sekitar 300 orang. Sedangkan anggaran yang dialokasikan untuk tunjangan ini Rp 9 miliar. “Hitungan per orangnya Rp 30 juta,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, pencairan tunjangan sertifikasi untuk triwulan pertama tahun 2013 telah dilakukan Juni lalu.

Enam Bulan Tunggakan 2011-2012 Urusan Pusat Hingga saat ini, pemerintah masih menunggak enam bulan dana tunjangan sertifikasi guru PAI Kabupaten Dompu. Empat bulan tahun 2011 dan dua bulan tahun 2012. Bagaimana dengan tunggakan itu? Ditanya demikian, Syamsul mengaku, bahwa hal itu urusannya pusat (Kemenag Pusat). “Pernah kita sampaikan ke provinsi (Kemenag NTB, red), tapi dijawab itu urusan pusat,” jelasnya. Syamsul menegaskan, pihaknya hanya punya kewenangan mengusulkan dan mengkoordinasikan. “Selanjutnya, kewenangan dan urusan pusat,” jelasnya.

Kabar gembira juga bagi 45 ribu guru yang telah tersertifikasi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung. September ini semua dana sertifikasi yang belum dibayar akan dirapel. Kadisdik Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya mengatakan, rapel diberikan pada akhir bulan depan. Untuk itu, Jumat pekan ini, pihaknya akan menyosialisasikan dengan memanggil guru-guru yang telah tersertifikasi.

Menurut dia, tidak ada alasan menunda pencairan rapel dana sertifikasi lantaran dana dari pusat Rp71 miliar sudah turun. Dana itu untuk Januari sampai Agustus.

Namun demikian, dana sertifikasi untuk September sebesar Rp1,3 miliar belum diketahui. Pihaknya berharap diberikan juga sehingga tak ada lagi tunggakan,.

Bagaimana dengan guru yang belum tersertifikasi? Sukarma meminta mereka segera mengurusnya lewat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung dan Universitas Lampung (Unila). Kedua lembaga itu yang selama ini menjadi ujung tombak sertifikasi guru. Dikatakannya bahwa pihaknya hanya menerima hasilnya. Ketika guru dinyatakan lulus sertifikasi dan ada surat keputusan dari Kemendikbud, baru masalah tunjangan mereka diurus oleh Dinas Pendidikan setempat. Semoga pencairan dana tunjangan Sertifikasi Guru di berbagai daerah berjalan lancar sehingga guru dapat konsen dalam melaksanakan tugas-tugasnya.


Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Dana Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan II Cair Minggu Ini

Proses pencairan dan sertifikasi guru-guru di berbagai daerah masih berlangsung, dan jika dibandingkan awal 2013 di bulan-bulan ini berlangsung cukup lancar. Team sertifikasi-Guru.com yang berasal dari Ciamis Jawa Barat sempat merekpa bahwa pencairan di beberapa wilayah Kecamatan contohnya di Kecamatan Lumbung dan Kecamatan Kawali berlangsung lancar. Memang sempat telat beberapa bulan, namun tunjangan sertifikasi guru untuk triwulan ke-2 (April, Mei dan Juni) 2013 hampir dipastikan akan beres cair pekan ini.

Bupati Ciamis, H Engkon Komara pun menyampaikan, di hadapan ribuan guru, kepala sekolah, keluarga besar Dinas Pendidikan Ciamis di Gedung Dakwah Islamic Center, Ciamis, belum lama ini. Menurutnya Pemerintah pusat akan mentransfer tunjangan sertifikasi guru ke kas daerah. Kalau uangnya sudah ada di kas daerah, tentu segera dicairkan. Demikian disampaikan Bupati yang yang disambut tepuk tangan para guru.

Masalah telatnya tunjangan sertifikasi guru ini, kata Bupati, tidak hanya dialami para guru di Ciamis, tetapi juga di kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

"Jadi tidak benar kalau ada tudingan seolah-olah dana tunjangan sertifikasi guru tersebut diendapkan di kas daerah," ujar Bupati.

Ketua PGRI Ciamis, H Tatang SAg MPd, kepada wartawan mengakui ada informasi bahwa tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah pusat ke kas daerah akan cair pekan ini.

"Bila kenyataannya nanti sampai akhir Agustus ini tidak juga cair, guru-guru di Ciamis akan ramai-ramai ke Jakarta," ujarnya.

Menurut Tatang, jumlah guru yang sudah lolos sertifikasi di Ciamis mencapai 8.000 orang dengan total tunjangan mencapai Rp 8,6 miliar tiap triwulan.

Sementara itu Tunjangan Profesi Guru Bersertifikasi di Kabupaten Bone bakal bertambah hingga Rp 50 miliar, dari Rp 143 miliar sebelumnya, Pemkab Bone menambahnya menjadi Rp 184 miliar. Penambahan itu karena bertambahnya guru sertifikasi di Kabupaten Bone. Hal itu terlampir dalam Format APBD Perubahan Kabupaten Bone tahun 2013. Selain itu, ada tiga jenis pendapatan yang juga ditambah.

"Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang diajukan Pemerintah ke DPRD untuk pembahasan APBD bertambah Rp 63 miliar dari total anggaran sebelumnya dalam APBD pokok," ungkap Kepala Bidang Anggaran DPKAD Bone Andi Hasanuddin, Kamis (29/8/2013) saat ditemui Tribun Timur (Tribunnews.com Network) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, penambahan itu berasal dari tiga jenis pendapatan yang meliputi, dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 12 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 45 miliar menjadi Rp 58 miliar, tambahan tunjangan profesi guru bersertifikasi sebesar Rp 50 miliar dari Rp 143 miliar sebelumnya menjadi Rp 184 miliar, dan tambahan pendapatan dari retribusi pelayanan kesehatan (Yankes) untuk program Jamkesmas dan Jampersal sebesar Rp 821 juta.

Menurutnya, meskipun tambahan anggaran nilainya terbilang besar, tidak terlalu berpengaruh terhadap pengalokasian kegiatan pemerintah ke depan, karena sebagian besar tambahan anggaran tersebut sudah diatur alokasinya dari pusat sehingga pemerintah daerah tidak bisa menggunakan untuk kegiatan lain.

"Dana itu tidak bisa dicaplok untuk kegiatan lain karena dananya sudah dialokasikan dari pusat. Seperti penambahan anggaran Tunjangan Profesi Guru yang peruntukannya harus dialokasikan untuk para guru yang bersertifikasi karena sudah jelas peruntukannya," jelas Hasanuddin.

Ia memaparkan, dana tambahan yang bisa digunakan pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan tambahan dalam melaksanakan program selanjutnya hanya berkisar Rp 13 miliar, yaitu pendapatan yang berasal dari bagi hasil PBB dan Retribusi Yankes. Sebagai info, jumlah asumsi pembiayaan yang direncanakan pemerintah dalam APBDP sesuai dengan nilai dalam KUA PPAS sebesar Rp 75 miliar. Hal ini mengacu dari tambahan pendapatan sebesar Rp 63 miliar ditambah silva anggaran sebesar Rp 27 miliar.

Sedangkan untuk ribuan guru sertifikasi pendidikan di Kota Cilegon bisa bernafas lega. Pasalnya, setelah menunggu sekitar satu bulan lamanya, dana sertifikasi untuk tiga bulan terakhir, terhitung bulan April, Mei dan Juni sudah ditransfer ke rekening masing-masing guru. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik), Muhtar Gozali diruang kerjanya, Selasa (13/8).

Muhtar menjelaskan, sebenarnya anggaran dari pemerintah pusat tersebut sudah berada di rekening Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan sejak sebelum lebaran. Namun karena waktunya yang sangat sempit karena bertepatan dengan libur panjang, maka pencairannya diundur hingga setelah lebaran.

“Bukan sengaja ditunda, tapi karena waktunya sempit maka pencairannya dilakukan setelah lebaran ini,” kata Muhtar.

Terkait masih belum adanya peningkatan kualitas guru sebelum dan setelah sertifikasi, Muhtar berjanji akan melakukan pemantauan yang intensif kepada seluruh pemegang sertifikasi. Bahkan ia berjanji akan memberikan sanksi yang tegas bagi guru-guru yang masih malas mengajar setelah mendapatkan sertifikasi.

”Kami selalu melakukan pemantauan intensif bagi para guru pemegang sertifikasi. Bagi mereka yang melakukan kecurangan seperti malas dan pelanggaran lainnya untuk bekerja maka kami aka kenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Saat ini, menurutnya ada beberapa guru yang sedang diproses karena melakukan pelanggaran kinerja. ”Kami sudah melaporkannya ke Kementerian Pendidikan dan saat ini sedang . Keputusannya nanti apakah yang bersangkutan masih mendapatkan sertifikasi atau tidak. Jika terbukti melanggar maka bukan saja hak sertifikasinya yang dicabut tetapi juga statusnya sebagai guru atau PNS,” tegasnya.

Ia kembali menekankan, pihaknya tak akan memberikan toleransi kepada mereka yang melakukan pelanggaran jabatan. Hukuman dan penghargaan akan tetap diberlakukan. Begitu juga kepada mereka yang sudah melakukan pengabdian yang cukup lama, pihaknya tidak akan segan untuk memberikannya penghargaan yang pantas.

“Seperti beberapa orang guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun baik disekolah negeri dan swasta sementara suainya sudah diatas 50 tahun dan belum mengambil program sarjana seperti ketentuan sertifikasi. Maka kam itetap akan memberikan yang nilanya sama dengan penerima sertifikasi,” jelasnya.

Hal tersebut, tambahnya, merupakan kekecualian karena saat ini masih ada beberapa guru yang sudah berusia uzur namun masih mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan. “Sertifikasi itu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka di dunia pendidikan menjelang pensiunnya,” katanya.

Sertfikasi sendiri, menurut Muhtar diberikan kepada para guru dengan masa kerja terntentu, telah lulus program sarjana dan cukup waktu mengajarnya yakni 24 jam perminggu serta berbagai persyaratan lainnya. Pemberian sertifikasi tidak terbatas pada PNS karena guru swasta juga berhak menerima sertifikasi setelah melalui proses yang sama dengan guru yang bersatus PNS.

”Saya menekankan kepada seluruh guru agar memberikan pengabdian terbaiknya kepada anak-anak bangsa. Para guru saat ini sudah banyak sekali menerima tunjangan. Ada gaji, tunjangan sertifikasi yang jumlahnya sama dengan gaji, ada juga tunjangan dari pemerintah daerah. Ini diberikan agar guru tidak memikirkan dapurnya saat sedang mengajar,” tandasnya.

Kabar baik juga dari Jambi, di sana dana tunjangan yang dinanti para guru bersertifikat untuk triwulan dua tahun 2013 akan segera cair. Kondisi terakhir semua berkas sudah hampir lengkap, bahkan jika tidak ada kendala akhir bulan Agustus ini semuanya cair ke rekening masing-masing guru sertifikasi.

"Entah apa kendalanya lagi di bagian keuangan. Tetapi bila datanya sudah di bagian keuangan, tak lama lagi akan cair. Mungkin dalam minggu depan bisa cair," kata Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Dinas Pendidikan Kota Jambi, Adi Triono, Sabtu (24/8) melalui ponselnya.

Kata Adi, dari 3000 orang lebih guru sertifikasi yang ada di Kota Jambi, semuanya tidak ada kendala dalam persyaratan pencairan. Disdik Kota Jambi hanya mengurusi guru sertifikasi yang PNS saja. Sementara guru sertifikasi yang non PNS langsung ditangani oleh pusat.

"Yang akan dicairkan ini dari April, Mei dan Juni, kalau yang bulan sekarang belum. Dan di sini hanya guru yang PNS saja. Kalau non PNS langsung kepada pusat, itu tidak melalui kita," katanya.

Dari salah satu kabupaten di Sumatera Utara yakni Taput (Tapanuli Utara) dikabarkan juga bahwa sebanyak 1.801 guru PNS yang sudah sertifikasi menerima tunjangan profesi triwulan I (pertama). Tunjangan tersebut dicairkan dan langsung dikirim melalui rekening masing-masing guru.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Taput Rudolf Manalu kepada METRO, Rabu (26/6) mengatakan, tunjangan profesi triwulan I yang dicairkan itu untuk periode Januari hingga Maret 2013 lalu. Seluruh dana yang disalurkan sebesar Rp17.304.661.800.

Sementara untuk triwulan II periode April hingga Juni, menurut Nababan masih dalam proses. “Pembayaran tunjangan ini memang sangat bergantung pada proses penyaluran dana tersebut dari pusat ke daerah.


Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Wednesday, August 28, 2013

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah Non-PNS Mapel Umum Tahun 2013

Akhirnya kami sampaikan daftar calon peserta sertifikasi guru RA/Madrasah dalam jabatan untuk daftar guru Non-PNS yang mengampu mata pelajaran Umum Tahun 2013. Data yang kami publikasikan memuat data guru Non-PNS di lingkungan Kemenag seluruh Indonesia.

Longlist calon peserta Sertifikasi 2013 ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Daftar urut prioritas (long list) calon peserta sertifikasi sebagaimana kami sampaikan di dalam artikel ini menjadi dasar bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam menetapkan peserta sertifikasi bagi guru RA/Madrasah dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab, guru kelas RA, guru kelas MI, dan guru mata pelajaran umum tahun 2013 secara definitif.

Berikut kami sampaikan file daftar urut prioritas untuk daftar guru Non-PNS Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Umum Tahun 2013. File-file tersebut bisa anda unduh dengan mudah!


Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah Non-PNS Mapel Umum Tahun 2013



  1. Guru Non PNS Mapel Umum Daerah Khusus Ibukota Jakarta: | Download File
  2. Guru Non PNS Mapel Umum Banten: | Download File
  3. Guru Non PNS Mapel Umum Jawa Barat: | Download File
  4. Guru Non PNS Mapel Umum Jawa Tengah: | Download File
  5. Guru Non PNS Mapel Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):| Download File
  6. Guru Non PNS Mapel Umum Jawa Timur: | Download File
  7. Guru Non PNS Mapel Umum Aceh: | Download File
  8. Guru Non PNS Mapel Umum Sumatera Utara: | Download File
  9. Guru Non PNS Mapel Umum Sumatera Barat: | Download File
  10. Guru Non PNS Mapel Umum Riau: | Download File
  11. Guru Non PNS Mapel Umum Kepulauan Riau: | Download File
  12. Guru Non PNS Mapel Umum Jambi: | Download File
  13. Guru Non PNS Mapel Umum Sumatera Selatan: | Download File
  14. Guru Non PNS Mapel Umum Kepulauan Bangka Belitung: | Download File
  15. Guru Non PNS Mapel Umum Bengkulu: | Download File
  16. Guru Non PNS Mapel Umum Lampung: | Download File
  17. Guru Non PNS Mapel Umum Bali: | Download File
  18. Guru Non PNS Mapel Umum Nusa Tenggara Barat: | Download File
  19. Guru Non PNS Mapel Umum Nusa Tenggara Timur: | Download File
  20. Guru Non PNS Mapel Umum Kalimantan Barat: | Download File
  21. Guru Non PNS Mapel Umum Kalimantan Tengah: | Download File
  22. Guru Non PNS Mapel Umum Kalimantan Selatan: | Download File
  23. Guru Non PNS Mapel Umum Kalimantan Timur: | Download File
  24. Guru Non PNS Mapel Umum Sulawesi Utara: | Download File
  25. Guru Non PNS Mapel Umum Gorontalo: | Download File
  26. Guru Non PNS Mapel Umum Sulawesi Tengah: | Download File
  27. Guru Non PNS Mapel Umum Sulawesi Barat: | Download File
  28. Guru Non PNS Mapel Umum Sulawesi Selatan: | Download File
  29. Guru Non PNS Mapel Umum Sulawesi Tenggara: | Download File
  30. Guru Non PNS Mapel Umum Maluku: | Download File
  31. Guru Non PNS Mapel Umum Maluku Utara: | Download File
  32. Guru Non PNS Mapel Umum Papua: | Download File
  33. Guru Non PNS Mapel Umum Papua Barat: | Download File


Sertifikasi guru sangat diminati oleh guru karena selain sebagai upaya peningkatan mutu guru, sertifikasi juga berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan guru. harapannya dengan sertifikasi dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan guru yaitu berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku untuk semua guru, baik guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (non PNS/swasta).

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Umum Tahun 2013

Masih seputar calon peserta sertifikasi guru RA/Madrasah dalam jabatan selanjutnya kami sampaikan daftar urut prioritas untuk daftar guru PNS yang mengampu mata pelajaran (mapel) Umum Tahun 2013. Data yang kami publikasikan memuat data guru PNS di lingkungan Kemenag seluruh Indonesia.

Data daftar guru ini sangat penting artinya untuk diketahui guru terkait demi keberlangsungan kegiatan sertifikasi bagi guru dalam jabatan untuk mata pelajaran Umum yang sudah dimulai.

Berikut kami sampaikan file daftar urut prioritas untuk daftar guru PNS Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Umum Tahun 2013. Sebagai info sesuai dengan data yang kami dapatkan dari Kementerian Agama (Kemenag) bahwa untuk Kaltim tidak ada daftar / file pns untuk mapel umum! File-file tersebut bisa anda unduh dengan mudah!


Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Umum Tahun 2013



  1. Guru PNS Mapel Umum Daerah Khusus Ibukota Jakarta: | Download File
  2. Guru PNS Mapel Umum Banten: | Download File
  3. Guru PNS Mapel Umum Jawa Barat: | Download File
  4. Guru PNS Mapel Umum Jawa Tengah: | Download File
  5. Guru PNS Mapel Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):| Download File
  6. Guru PNS Mapel Umum Jawa Timur: | Download File
  7. Guru PNS Mapel Umum Aceh: | Download File
  8. Guru PNS Mapel Umum Sumatera Utara: | Download File
  9. Guru PNS Mapel Umum Sumatera Barat: | Download File
  10. Guru PNS Mapel Umum Riau: | Download File
  11. Guru PNS Mapel Umum Kepulauan Riau: | Download File
  12. Guru PNS Mapel Umum Jambi: | Download File
  13. Guru PNS Mapel Umum Sumatera Selatan: | Download File
  14. Guru PNS Mapel Umum Kepulauan Bangka Belitung: | Download File
  15. Guru PNS Mapel Umum Bengkulu: | Download File
  16. Guru PNS Mapel Umum Lampung: | Download File
  17. Guru PNS Mapel Umum Bali: | Download File
  18. Guru PNS Mapel Umum Nusa Tenggara Barat: | Download File
  19. Guru PNS Mapel Umum Nusa Tenggara Timur: | Download File
  20. Guru PNS Mapel Umum Kalimantan Barat: | Download File
  21. Guru PNS Mapel Umum Kalimantan Tengah: | Download File
  22. Guru PNS Mapel Umum Kalimantan Selatan: | Download File
  23. Guru PNS Mapel Umum Sulawesi Utara: | Download File
  24. Guru PNS Mapel Umum Gorontalo: | Download File
  25. Guru PNS Mapel Umum Sulawesi Tengah: | Download File
  26. Guru PNS Mapel Umum Sulawesi Barat: | Download File
  27. Guru PNS Mapel Umum Sulawesi Selatan: | Download File
  28. Guru PNS Mapel Umum Sulawesi Tenggara: | Download File
  29. Guru PNS Mapel Umum Maluku: | Download File
  30. Guru PNS Mapel Umum Maluku Utara: | Download File
  31. Guru PNS Mapel Umum Papua: | Download File
  32. Guru PNS Mapel Umum Papua Barat: | Download File

Sertifikasi guru Madrasah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sertifikasi dilakukan agar guru dapat menjalankan tugas transformasi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didiknya dengan penuh tanggungjawab dan profesional.

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah Non-PNS Mapel Agama Tahun 2013

Selanjutnya kami sampaikan calon peserta sertifikasi guru RA/Madrasah dalam jabatan berupa daftar urut prioritas untuk daftar guru Non-PNS yang mengampu mata pelajaran Agama Tahun 2013. Data yang kami publikasikan memuat data guru Non-PNS di lingkungan Kemenag seluruh Indonesia yang terdiri dari 33 Provinsi terkecuali Kalimantan Utara karena dimungkin masih menginduk pada Provinsi lainnya dalam hal Sergur Kemenag ini.

Longlist calon peserta Sertifikasi 2013 ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Daftar urut prioritas (long list) calon peserta sertifikasi sebagaimana kami sampaikan di dalam artikel ini menjadi dasar bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam menetapkan peserta sertifikasi bagi guru RA/Madrasah dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab, guru kelas RA, guru kelas MI, dan guru mata pelajaran umum tahun 2013 secara definitif.

Berikut kami sampaikan file daftar urut prioritas untuk daftar guru Non-PNS Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Agama Tahun 2013. File-file tersebut bisa anda unduh dengan mudah!


Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah Non-PNS Mapel Agama Tahun 2013



  1. Guru Non PNS Mapel Agama Daerah Khusus Ibukota Jakarta: | Download File
  2. Guru Non PNS Mapel Agama Banten: | Download File
  3. Guru Non PNS Mapel Agama Jawa Barat: | Download File
  4. Guru Non PNS Mapel Agama Jawa Tengah: | Download File
  5. Guru Non PNS Mapel Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):| Download File
  6. Guru Non PNS Mapel Agama Jawa Timur: | Download File
  7. Guru Non PNS Mapel Agama Aceh: | Download File
  8. Guru Non PNS Mapel Agama Sumatera Utara: | Download File
  9. Guru Non PNS Mapel Agama Sumatera Barat: | Download File
  10. Guru Non PNS Mapel Agama Riau: | Download File
  11. Guru Non PNS Mapel Agama Kepulauan Riau: | Download File
  12. Guru Non PNS Mapel Agama Jambi: | Download File
  13. Guru Non PNS Mapel Agama Sumatera Selatan: | Download File
  14. Guru Non PNS Mapel Agama Kepulauan Bangka Belitung: | Download File
  15. Guru Non PNS Mapel Agama Bengkulu: | Download File
  16. Guru Non PNS Mapel Agama Lampung: | Download File
  17. Guru Non PNS Mapel Agama Bali: | Download File
  18. Guru Non PNS Mapel Agama Nusa Tenggara Barat: | Download File
  19. Guru Non PNS Mapel Agama Nusa Tenggara Timur: | Download File
  20. Guru Non PNS Mapel Agama Kalimantan Barat: | Download File
  21. Guru Non PNS Mapel Agama Kalimantan Tengah: | Download File
  22. Guru Non PNS Mapel Agama Kalimantan Selatan: | Download File
  23. Guru Non PNS Mapel Agama Kalimantan Timur: | Download File
  24. Guru Non PNS Mapel Agama Sulawesi Utara: | Download File
  25. Guru Non PNS Mapel Agama Gorontalo: | Download File
  26. Guru Non PNS Mapel Agama Sulawesi Tengah: | Download File
  27. Guru Non PNS Mapel Agama Sulawesi Barat: | Download File
  28. Guru Non PNS Mapel Agama Sulawesi Selatan: | Download File
  29. Guru Non PNS Mapel Agama Sulawesi Tenggara: | Download File
  30. Guru Non PNS Mapel Agama Maluku: | Download File
  31. Guru Non PNS Mapel Agama Maluku Utara: | Download File
  32. Guru Non PNS Mapel Agama Papua: | Download File
  33. Guru Non PNS Mapel Agama Papua Barat: | Download File


Dari sisi penyelenggaraan, sertifikasi guru di lingkungan Kemenag biasanya melibatkan 3 unit kerja/institusi, yaitu Kemenag Kab/Kota, Kemenag Provinsi dan LPTK/LPTK Mitra. Secara umum prosedur/mekanisme layanan sertifikasi antar UPT/Institusi masing-masing daerah adalah sama, perbedaan terjadi pada besaran pembiayaan jenis/item kegiatan.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, ada beberapa catatan :
1) dana dari Kementerian Agama ditujukan langsung ke LPTK tanpa memasukkan kebutuhan pembiayaan di tingkat Kemenag Kab/Kota dan Kemenag Provinsi;
2) Dana tersebut di LPTK selama ini banyak terkonsentrasi pada penilaian portofolio dan PLPG;
3) Ada ketidakseragaman rincian penggunaan dana sertifikasi antar LPTK, khususnya pada kebutuhan biaya penunjang (persiapan dan penyelesaian/pelaporan sertifikasi).


Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Agama Tahun 2013

Terkait calon peserta sertifikasi guru RA/Madrasah dalam jabatan pertama-tama kami sampaikan daftar urut prioritas untuk daftar guru PNS yang mengampu mata pelajaran Agama Tahun 2013. Data yang kami publikasikan memuat data guru PNS di lingkungan Kemenag seluruh Indonesia.

Data daftar guru ini sangat penting artinya untuk diketahui guru terkait demi keberlangsungan kegiatan sertifikasi bagi guru dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan yang sudah dimulai.


Berikut kami sampaikan file daftar urut prioritas untuk daftar guru PNS Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Agama Tahun 2013. File-file tersebut bisa anda unduh dengan mudah!


Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah PNS Mapel Agama Tahun 2013


  1. Guru PNS Mapel Agama Daerah Khusus Ibukota Jakarta: | Download File
  2. Guru PNS Mapel Agama Banten: | Download File
  3. Guru PNS Mapel Agama Jawa Barat: | Download File
  4. Guru PNS Mapel Agama Jawa Tengah: | Download File
  5. Guru PNS Mapel Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):| Download File
  6. Guru PNS Mapel Agama Jawa Timur: | Download File
  7. Guru PNS Mapel Agama Aceh: | Download File
  8. Guru PNS Mapel Agama Sumatera Utara: | Download File
  9. Guru PNS Mapel Agama Sumatera Barat: | Download File
  10. Guru PNS Mapel Agama Riau: | Download File
  11. Guru PNS Mapel Agama Kepulauan Riau: | Download File
  12. Guru PNS Mapel Agama Jambi: | Download File
  13. Guru PNS Mapel Agama Sumatera Selatan: | Download File
  14. Guru PNS Mapel Agama Kepulauan Bangka Belitung: | Download File
  15. Guru PNS Mapel Agama Bengkulu: | Download File
  16. Guru PNS Mapel Agama Lampung: | Download File
  17. Guru PNS Mapel Agama Bali: | Download File
  18. Guru PNS Mapel Agama Nusa Tenggara Barat: | Download File
  19. Guru PNS Mapel Agama Nusa Tenggara Timur: | Download File
  20. Guru PNS Mapel Agama Kalimantan Barat: | Download File
  21. Guru PNS Mapel Agama Kalimantan Tengah: | Download File
  22. Guru PNS Mapel Agama Kalimantan Selatan: | Download File
  23. Guru PNS Mapel Agama Kalimantan Timur: | Download File
  24. Guru PNS Mapel Agama Sulawesi Utara: | Download File
  25. Guru PNS Mapel Agama Gorontalo: | Download File
  26. Guru PNS Mapel Agama Sulawesi Tengah: | Download File
  27. Guru PNS Mapel Agama Sulawesi Barat: | Download File
  28. Guru PNS Mapel Agama Sulawesi Selatan: | Download File
  29. Guru PNS Mapel Agama Sulawesi Tenggara: | Download File
  30. Guru PNS Mapel Agama Maluku: | Download File
  31. Guru PNS Mapel Agama Maluku Utara: | Download File
  32. Guru PNS Mapel Agama Papua: | Download File
  33. Guru PNS Mapel Agama Papua Barat: | Download File


Kegiatan sertifikasi bagi guru dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI) di lingkungan Kemenag dilanjutkan semata-mata untuk peningkatan mutu dan kompetensi guru madrasah. Mengingat latar belakang tersebut maka dipandang perlu menetapkan daftar urut prioritas (long list) calon peserta sertifikasi guru madrasah dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan tahun 2013.

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Pengumuman Calon Peserta Sertifikasi Guru Kemenag 2013

Kementerian Agama melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) telah mengumumkan daftar urut prioritas calon peserta sertifikasi guru RA/Madrasah dalam jabatan untuk mapel (mata pelajaran) Agama dan Umum Tahun 2013.

Surat Keputusan bernomor DJ.I/Dt.I.I/2240/2013 tersebut memuat informasi resmi tentang daftar urut prioritas atau dikenal dengan istilah long list calon peserta sertifikasi guru di lingkungan Kemenag. Pemeberitahuan tersebut merupakan bahan yang penting untuk guru RA/MADRASAH dalam jabatan untuk mata pelajaran keagamaan seperti Mapel Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, dan SKI. Selain itu merupakan bahan berharga untuk sertifikasi bagi guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Arab, Guru Kelas RA, Guru Kelas MI, dan Guru mata pelajaran umum tahun 2013.


Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) tentang sertifikasi guru tersebut dibuat dalam rangka peningkatan mutu dan kompetensi guru madrasah, sehingga dipandang perlu untuk melanjutkan kegiatan sertifikasi bagi guru dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab,guru kelas RA,guru kelas MI, dan guru mata pelajaran umum tahun 2013.

Selain itu kebijakan itu dibuat dalam rangka percepatan dan efektifitas penyelenggaraan kegiatan sertifikasi guru dimaksud, dipandang perlu menetapkan daftar urut prioritas (long list) calon peserta sertifikasi guru madrasah dalam jabatan untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab, guru kelas RA, guru kelas MI, dan guru mata pelajaran umum tahun 2013.

Dengan pertimbangan tersebut di atas maka perlu kiranya ditetapkan daftar urut prioritas (long list) calon peserta sertifikasi guru madrasah dalam jabatan yang layak dan memenuhi syarat untuk mata pelajaran Keagamaan (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab, guru kelas RA, guru kelas MI, dan guru mata pelajaran umum tahun 2013.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag yang ditanda tangani oleh Direktur Pendidikan Madrasah, Bapak Prof. Dr.Phil.H.M. Nur Kholis Setiawan, M.A selengkapnya bisa anda unduh disini.

Disamping itu Kemenag memberikan Pengumuman Resmi Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah 2013, dimana file-nya bisa diunduh pada list di bawah ini!


Pengumuman Nama Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah dalam Jabatan


  1. Guru PNS Mapel Agama: | silakan anda baca panduan dan download file-nya melalui Laman ini
  2. Guru Non-PNS Mapel Agama : | silakan anda baca panduan dan download file-nya melalui Laman ini
  3. Guru PNS Mapel Umum: | silakan anda baca panduan dan download file-nya melalui Laman ini
  4. Guru Non-PNS Mapel Umum: | silakan anda baca panduan dan download file-nya melalui Laman ini

Semoga bermanfaat! Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Kementerian Agama
Read More...

Tuesday, August 27, 2013

382 Guru Pontianak Akan Ikuti Sertifikasi 2013

Sebanyak 387 guru se-Kota Pontianak Kalbar mengikuti sosialisasi sertifikasi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Rabu (14/8) di Gedung Pontianak Convention Centre. “Sosialisasi sertifikasi guru ini penting untuk mempersiapkan calon peserta dalam mengikuti ujian sertifikasi guru.

“Saya berharap dengan semakin banyaknya yang paham tentang seluk-beluk sertifikasi dan aturannya, mereka bisa lulus dengan baik,” ujar Wali Kota Pontianak Sutarmidji tak lama setelah secara resmi membuka sosialisasi sertifikasi tersebut.

Meskipun ada beberapa guru yang ikut uji sertifikasi ulang, namun Sutarmidji menargetkan tahun ini semua peserta bisa lulus sertifikasi. “Saya lebih senang kalau semua guru itu sudah sertifikasi karena kita tidak perlu lagi memikirkan bagaimana merekrut guru baru lantaran guru-guru yang sudah sertifikasi itu wajib mengajar 24 jam lamanya per minggu sehingga bisa diatur di mana saja guru tersebut mengajar,” paparnya.

Kata Sutarmidji, hingga sekarang masih ada sekitar seribu lebih guru yang belum bersertifikasi, dan Kota Pontianak termasuk yang terbesar jumlah guru yang sudah bersertifikasi se-Kalimantan Barat.

Jumlah tenaga pendidik atau guru di Kota Pontianak diakuinya masih kurang sehingga kebutuhan guru masih belum terpenuhi. Apalagi kuota penerimaan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang ditentukan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara tahun ini hanya sebanyak 50 orang. Dari jumlah 50 orang tersebut, Pemkot mengajukan 20 orang untuk posisi tenaga medis, 20 orang guru dan 10 orang tenaga administrasi.

“Sebenarnya kita berharap kuota yang diberikan 350 orang, dengan rincian 150 tenaga medis, 150 guru dan 50 tenaga administrasi. Namun dari Kementerian PAN sudah menetapkan hanya 50 orang penerimaan CPNS tahun ini,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Pontianak ini, khawatir jika kuota penerimaan pegawai yang diberikan pemerintah pusat terbatas, ada kemungkinan Pemkot mengalami defisit dalam bidang sumber daya manusia. “Tahun ini saja yang pensiun hampir 200 pegawai. Kalau dua tahun lagi kita hanya diberikan kuota 50 pegawai, kita bisa defisit pegawai,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi menambahkan jumlah guru yang belum disertifikasi sebanyak 1.200 orang. “Kalau yang 387 orang ini lulus sertifikasi semua, berarti jumlah keseluruhan guru yang sudah sertifikasi 3 ribu lebih atau 80 persen guru se-Kota Pontianak sudah sertifikasi,” kata Mulyadi.

Dari data yang dirilis Kemdikbud, di Kota Pontianak ada sekitar 382 peserta sergur 2013 yang dipastikan akan mengikuti sertifikasi guru tahun 2013.


Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com
Read More...

Kegiatan Calon Peserta Sertifikasi Guru Kemenag 2013

Pelaksanaan program sertifikasi yang telah dimulai pada tahun 2006 telah dirasakan hasilnya oleh segenap stakeholder termasuk pendidikan madrasah. Namun begitu, berbagai untuk meningkatkan pelaksanaaan program ini serta memetakan kendala serta permasalahan yang dihadapi harus selalu dilaksanakan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Nursyam, M.Si. menyatakan pentingnya Badan Litbang Kemenag RI untuk meneliti efektifitas program sertifikasi guru. “Apakah ada korelasi antara tingkat kesejahteraan guru dengan peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi LPTK Sertifikasi Guru 2013 yang diselenggarakan di Batam, 11-13 Juli 2013.

Menurut Nursyam, hasil penelitian UNESCO sangat mengkhawatirkan pada kelanjutan program sertifikasi guru, karena ditemukan bahwa guru yang telah dan belum sertifikasi tidak menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan. Padahal seharusnya mereka yang telah disertifikasi memiliki kompetensi profesionalnya yang optimal. “Saya ingin ada data yang berbanding terbalik dengan hasil penelitian di lingkungan kemendikbud tersebut,” ujarnya.

Adapun kegiatan sertifikasi guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2013 terus berlanjut. Di berbagai daerah sejak Juli sudah mulai menerima bahan sertifikasi semester ganjil untuk guru pendidikan agama Islam (Pais) dan pengawas Pais tahun pelajaran 2013/2014.

Disamping itu Kemenag memberikan Pengumuman Resmi Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah 2013, dimana panduan dan file-nya bisa dibaca pada artikel Pengumuman Calon Peserta Sertifikasi Guru Kemenag 2013.

Terkait anggaran Pendidikan Islam , Dirjen Pendidikan Islam meminta agar realisasi anggaran dipercepat mengingat sudah berada di semester kedua TA 2013. Setelah kendala kebijakan dan kendala teknis akibat pemblokiran terlampaui, seluruh satker diminta serius dan dapat bekerja keras menjalankan program di atas peraturan dan prosedur baku. “Kita mempunyai empat ribuan satker, dengan anggaran sekitar 3,8 triliun, sementara DJA baru meluncurkan anggaran tersebut tanggal 8 Juni yang lalu. Ini problem kita yang luar biasa,” katanya.

Selain anggaran pelaksanaan sertifikasi yang belum bisa dilaksanakan, keterlambatan juga terjadi pada program lainnya, seperti Bidik Misi. Oleh karena itu banyak mahasiswa penerima program Bidik Misi yang harus menghadapi masalah besar dalam masa studinya. “Ada yang jual sepeda motor, jual kue, ada yang drop out dari kampusnya,” jelasnya.

Sumber : Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Read More...

Monday, August 26, 2013

Kemdikbud Setarakan Tenaga Terampil Dengan Sarjana

Tenaga kerja terampil merupakan Tenaga kerja yang terlatih, mereka adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Keberadaan tenaga terampil yang mengandalkan pengalaman, kompetensi yang dimiliki masih memiliki posisi marjinal, dibandingkan dengan tenaga kerja dengan ijasah formal. Sehingga, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merencanakan untuk menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan, dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Implementasinya, setiap tenaga kerja terampil akan dimasukkan ke dalam sembilan jenjang kualifikasi, dimana jenjang satu sebagai jenjang terendah. Sedangkan, jenjang sembilan adalah jenjang tertinggi. Kemudian, para tenaga terampil tersebut dikategorikan berdasarkan jenjang tersebut. Pengkategorian mencakup dua deskripsi yaitu deskripsi umum, dan khusus.


Adapun deskripsi umum mencakup adalah karakter, kepribadian, sikap berkarya, etika, moral yang berlaku pada setiap jenjang. Deskripsi spesifik mencakup keilmuan, pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan yang dikuasai seseorang bergantung pada jenjangnya. Apabila sudah memenuhi kategori, tenaga terampil dapat disetarakan dengan pendidikan formal pada umumnya.

Saat membuka Sosialisasi Internasional Qualification Framework (KKNI) Lintas Kementerian, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi mencontohkan, seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman, dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Dia melanjutkan, “Sedangkan, teknisi atau analisis ada di jenjang enam dapat disetarakan dengan sarjana, dan seorang ahli dengan jenjang sembilan dapat disandingkan dengan seorang doktor” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, 14 Agustus 2013.

Sumber: Portal Kemdikbud
Read More...

Sejumlah Guru Berprestasi Mendapat Gaji Ke-13 Presiden

Para pemenang pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional tahun 2013 mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memberikan secara langsung penghargaan di Kemdikbud, Senin (19/08/2013). Kepada Juara 1, 2, dan 3 berturut-turut mendapatkan hadiah Rp 30 juta, Rp25 juta, dan Rp 20 juta.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Hamid Muhammad mengatakan, kegiatan pemilihan PTK berprestasi 2013 merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada guru, kepala sekolah, pengawas, dan tutor atas pengabdiannya. Semua PTK, kata dia, mendapat piagam penghargaan dan tabungan dari Bank Mandiri.


Khusus yang berprestasi pada tanggal 20 Agustus diterima Ibu Negara di Istana. Presiden Yudhoyono menyumbangkan gaji ke-13 Presiden untuk 99 orang pendidik berdedikasi di 33 provinsi. Mereka diberikan tabungan, gaji ke-13 Presiden, Tabungan BRI, Bank Jabar dan Banten, buku dari BNN, buku sejarah nasional, dan buku pengabdian guru dari Kemdikbud.

Sumbangan diserahkan melalui Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu atau SIKIB dalam acara halal bihalal dengan para guru berdedikasi dan pendidikan khusus nasional di Istana Negara Jakarta, Selasa (20/8) petang.

Pemberian gaji ke-13 diserahkan sebagai apresiasi 99 guru berprestasi dan berdedikasi, dengan rincian 66 guru daerah khusus dan 33 guru pendidikan khusus.

Masing-masing guru mendapat total Rp15 juta, dengan Rp1 juta di antaranya berasal dari gaji ke-13 Presiden SBY. Acara silaturahmi rutin digelar setiap tahun dan menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun Indonesia.

Diharapkan sumbangan dapat memotivasi para guru untuk meningkatkan kinerja dan melahirkan putra serta putri bangsa yang cerdas.


Sumber: Kemdikbud
Read More...

Saturday, August 24, 2013

Sertifikasi Guru Dijadwalkan Selesai Desember 2013

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. mengatakan proses sertifikasi untuk 2013 dipastikan selesai pada pertengahan Desember mendatang.

Unifah mengatakan pihaknya sudah membagi kapasitas-kapasitas Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang ada agar proses sertifikasi bisa selesai tepat waktu. Pembagian dilakukan berdasarkan Program Studi, infrastruktur, pengalaman dan kekuatan sumber daya manusia. Setiap LPTK memiliki 23 hingga 25 kelas yang setiap kelasnya mampu menampung hingga 30 orang peserta.

Dia juga mengatakan kuota untuk sertifikasi untuk 2013 adalah sebanyak 250 ribu orang. Namun yang jumlah yang terserap baru mencapai 244 ribu orang. "Kami terus melakukan penjaringan agar jumlah 250 ribu terpenuhi," jelasnya pada Rabu (14/8).

Dari total jumlah guru yang diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, sebanyak 1,2 guru diantaranya sudah tersertifikasi. Guru yang berhak mengikuti program sertifikasi yaitu guru yang diangkat sebelum 2005 yang berdasarkan amanat UU Guru dan Dosen harus disertifikasi dan guru yang diangkat pada periode 2005-2012 melalui Pendidikan Pelatihan Guru (PPG). Sementara itu anggaran yang digunakan untuk sertifikasi ini berjumlah sekitar Rp 625 miliar dengan peruntukan sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap orangnya.

Disinggung soal terancam terlambat selesainya proses sertifikasi guru, anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan seharusnya pemerintah membuat perencanaan atau kuota tentang berapa jumlah guru yang bisa disertifikasi dalam satu tahun sehingga pembayaran tunjangan sertifikasi jelas dan tidak molor dari jadwal. Jangan sampai membuat perencanaan tidak matang.

"Satu tahun setelah sertifikasi memang guru akan terima tunjangannya. Kalau sudah melewati tahun anggaran dari yang ditetapkan, ada kemungkinan beberapa guru yang mengikuti sertifikasi di akhir tahun tidak mendapatkan tunjanganya," jelasnya.

Pencairan tunjangan sertifikasi guru terancam terlambat. Hal ini diakibatkan permasalahan penjadwalan proses sertifikasi guru yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Molornya penjadwalan dituding banyak pihak sebagai penyebab tidak selesainya proses sertifikasi yang seharusnya selesai pada Desember mendatang.

Sebagaimana diketahui setiap guru yang lulus sertifikasi akan mendapatkan sertifikat sebagai guru. Guru yang bersertifikasi tersebut akan mendapatkan tunjangan sertifikasi senilai satu kali gaji pokok (untuk guru PNS) dan Rp 1,5 juta per bulan untuk guru non PNS.

Terkait pencairan tunjangan sertifikasi guru terancam terlambat akibat permasalahan penjadwalan proses sertifikasi oleh Kemdikbud. Molornya penjadwalan dituding banyak pihak sebagai penyebab tidak selesainya proses sertifikasi yang seharusnya selesai pada Desember mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan pihaknya tetap mengupayakan agar proses sertifikasi bisa selesai pada 2013 rampung tahun ini juga. Ditanya soal keharusan pencairan tunjangan sertifikasi setahun setelah Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), ia tidak membantah.

"Misalnya sertifikasi 2013 selesai tahun ini juga, berarti tahun depan (2014) guru sudah bisa menerima tunjangan profesi," kata M Nuh, Senin (12/8).

Namun jika proses sertifikasi periode 2013 terlambat dan baru selesai pada Maret 2014, maka pencairan tunjangannya baru akan terlaksana pada 2015. Sebagaimana diketahui, Kemdikbud sudah mengeluarkan surat yang memberitahukan pelaksanaan sertifikasi guru kemungkinan akan rampung pada Maret 2014 mendatang.

Salah satu cara yang akan dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi guru adalah dengan menambah kapasitas dan durasi dalam pelatihannya. Dengan begitu diharapkan pelaksanaan sertifikasi dapat berlangsung dalam waktu yang tidak melebihi batas yang sudah ditentukan yaitu pada Desember 2013.

"Bisa jadi akan kita tambah kapasitas pelatihannya," jelasnya.

Menanggapi kemungkinan terlambatnya proses sertifikasi, Ketua Umum Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan guru merupakan pihak yang akan sangat dirugikan dalam hal ini.

Aturan untuk mencairkan tunjangan sertifikasi setahun setelah proses sertifkasi selesai wajib dilaksanakan. Sulistyo mengatakan terdapat dua alternatif cara yang yang dapat dilakukam. Pertama adalah dengan meningkatkan meningkatkan kapasitas peserta sertifikasi di masing-masing Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Selain itu pemerintah juga dapat menambah kampus yang ditunjuk menjadi LPTK. Cara kedua adalah dengan mengubah ketentuan baru pencairan tunjangan sertifikasi. Jadi misalkan proses sertifikasi guru selesai pada 2014, tunjangan sertifikasi tetap bisa dicairkan pada tahun yang sama dan tidak perlu menunggu satu tahun ke depan.

Sebagaimana diketahui setiap guru yang lulus sertifikasi akan mendapatkan sertifikat sebagai guru. Guru yang bersertifikasi tersebut akan mendapatkan tunjangan sertifikasi senilai satu kali gaji pokok (untuk guru PNS) dan Rp1,5 juta per bulan untuk guru non PNS.

Jika pelaksanaan sertifikasi guru baru selesai pada Maret 2014, otomatis tunjangan profesi untuk 250 ribu guru peserta sertifikasi periode 2013 baru akan cair pada 2015 mendatang.



Sumber: Metrotv News

Read More...

Download Materi PLPG Sertifikasi Guru 2013

Proses Pelaksanaan Sertifikasi Guru 2013 telah menyelesaikan tahapan pemetaan rayon LPTK. Daftar peserta sertifikasi pendidik 2013 telah ditetapkan oleh Kemdikbud sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru. Untuk jadwal pelaksanaan sertifikasi silahkan periksa di LPTK masing-masing atau situs resmi LPTK jika ada.

Tahapan selanjutnya adalah Pelaksanaan PLPG sertifikasi Guru yang ditentukan oleh Rayon LPTK sesuai ketentuan yang tertuang dalam Rambu-Rambu Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru. Untuk mempersiapkan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), berikut kami sampaikan Kisi-Kisi Materi PLPG Tahun 2013 yang bisa diunduh oleh para peserta Sertifikasi Guru 2013 pada daftar di bawah ini. Tentunya sesuai dengan bidang pelajarannya.


Kisi-Kisi PLPG 2013


  1. Download Administrasi Perkantoran
  2. Download Agribisnis Hasil Pertanian
  3. Download Agribisnis Produksi Tanaman
  4. Download Agribisnis Produksi Ternak
  5. Download Agribisnis Sumberdaya Perairan
  6. Download Antropologi
  7. Download Bahasa Arab
  8. Download Bahasa Indonesia
  9. Download Bahasa Inggris
  10. Download Bahasa Jawa
  11. Download Bahasa Jepang
  12. Download Bahasa Jerman
  13. Download Bahasa Mandarin
  14. Download Bahasa Perancis
  15. Download Bahasa Sunda
  16. Download Bimbingan Konseling
  17. Download Biologi
  18. Download Desain Produksi Kria
  19. Download Ekonomi
  20. Download Fisika
  21. Download Geografi
  22. Download Geologi Pertambangan
  23. Download Guru Kelas TK
  24. Download Guru kelas SD
  25. Download IPA
  26. Download IPS
  27. Download Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI)
  28. Download Keuangan
  29. Download Kimia
  30. Download Matematika
  31. Download PKN
  32. Download Penjasorkes
  33. Download Sejarah
  34. Download Seni Budaya
  35. Download Seni Pertunjukan
  36. Download Sosiologi
  37. Download Tata Kecantikan



Pelaksanaan PLPG diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta yang lulus uji kompetensi berhak mendapat sertifikat pendidik dan peserta yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti satu kali ujian ulang. Apabila peserta tersebut lulus dalam ujian ulang, berhak mendapat sertifikat pendidik dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.

Semoga Kisi-kisi Materi Plpg Sertifikasi Guru 2013 yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat dan semoga sukses! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Read More...

Thursday, August 22, 2013

Tunjangan Sertifikasi Guru Enrekang Dibayar

Tunjangan sertifikasi guru bagi 1.612 guru di Kabupaten Enrekang untuk triwulan kedua siap dibayarkan. Dana senilai Rp14 miliar lebih sudah dipindahbukukan dari kas daerah ke Bank Sulselbar untuk selanjutnya ditransfer ke rekening masing-masing guru.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkab Enrekang, Andi Ulung mengatakan, mulai hari ini dan paling lambat Sabtu besok semua tunjangan guru-guru masuk ke rekening mereka. Menurut Ulung, semua persyaratan pencairan sudah terpenuhi dan sisa proses transfer.

"Jumlahnya Rp14 miliar lebih. Pokoknya, paling lambat Sabtu, dana tunjangan sertifikasi tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing," kata Ulung, Kamis 1 Agustus.

Ia melanjutkan, selama ini untuk dana sertifikasi, dana alokasi khusus, dan dana lainnya yang bersumber dari pusat atau provinsi selalu tersedia. Daerah tidak pernah mengganggu dana tersebut sehingga setiap dibutuhkan selalu siap.

"Alhamdulillah, dana di kas kita untuk saat ini mencapai Rp70 miliar. Artinya, setiap kegiatan yang sumber pendanaannya termasuk dalam dana yang ada ini maka tidak ada masalah," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Enrekang, Arfah Rauf menambahkan, pembayaran tunjangan kali ini untuk semua guru bersertifikasi. Adapun guru yang belum lengkap berkasnya sehingga belum dibayarkan tunjangannya pada triwulan pertama, maka pada pembayaran kali ini sudah terbayar semua, sehingga yang belum terbayarkan tersebut, tunjangan sertifikasinya rapel selama dua triwulan.

"Untuk triwulan kedua ini, Enrekang merupakan kabupaten yang tercepat di Sulsel membayarkan tunjangan sertifikasinya. Semoga tunjangan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya apalagi mendekati lebaran. Kami juga berharap, agar tunjangan ini bisa menambah semangat kerja dalam menjalankan tugas sebagai pendidik," harapnya.

Sumber: Harian Fajar
Read More...

Tunjangan Sertifikasi Guru Telah Dibayar

Kabag Keuangan Setda Batanghari, M. Azan, mengatakan, dana sertifikasi sudah masuk ke kas daerah pada 2 Agustus 2013. Dan pihak keuangan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Batanghari, untuk segera menyiapkan bahan-bahan untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru.

"Dinas PDK sendiri sudah melengkapi persyaratan pencairan pada Senin 12/08 minggu yang lalu. Dan 13/08 kemarin, bagian keuangan sudah mentransfer ke Bank. Sekarang tinggal transfer dari Bank ke Bank. Dan dana langsung dikirimkan ke rekening guru masing-masing," kata Azan.

Azan menyebutkan guru yang berhak menerima tunjangan sertifikasi sebanyak 1.170 orang, dengan rincian guru TK 16 orang, guru SD 724 orang, guru SLTP 259 orang, guru SMA 128 orang, Guru SMK 40 orang, dan pengawas sebanyak 3 orang.

"Tunjangan setifikasi yang dibayarkan selama 4 bulan, ditambah kekurangan Desember 2012 lalu. Sebab pada Desember 2012, anggaran yang masuk ke kas daerah tidak mencukupi untuk pembayaran dana sertifikasi. Dana tunjangan sertifikasi yang masuk ke kas daerah sebesar Rp 14,3 Milyar," tandasnya.

Semoga pencairan berjalan dengan lancar, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Jambi Ekspres
Read More...

Wednesday, August 7, 2013

Program Sergur Membutuhkan Supporting Agency

Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Prof. Dr. Nur Kholis Setiawan, MA., mengatakan perlunya dibentuk Unit Pelaksana Sertifikasi Guru Madrasah (UPSGM) pada Direktorat Pendidikan Madrasah. Beban kerja yang harus ditanggung oleh Subdit PTK Dipenma sangat berat karena tahun ini saja harus menyelesaikan sertifikasi guru terhadap 60 ribu orang.

“Beban aktivitas kami terlalu berat, jadi memerlukan supporting agency seperti UPPAM dalam program akreditasi. Tim ini akan menjadi think thank dalam men-drive program sertifikasi,” ujarnya ketika Penutupan Rapat Koordinasi LPTK, di Batam beberapa waktu yang lalu.

Disampaikannya, guru madrasah yang telah lulus sertifikasi selama 2007 sampai 12 Juli 2013 sekitar 41.690 guru. “Mereka yang telah disertifikasi diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa madrasah,” katanya.

Dalam rangka menjawab tantangan pembelajaran di era perubahan kurikulum, pihaknya akan serius mengejar pemenuhan standar kualifikasi guru sehingga bisa melayani proses pembelajaran dengan baik. Selain itu, melalui kerja sama dengan berbagai pihak akan melakukan kajian terhadap masalah-masalah yang dihadapi madrasah agar bisa memenuhi tugas dan fungsinya sesuai dengan PMA No 10/2010.

Sumber: Direktorat Diktis Kemenag RI

Read More...

Kemdikbud Optimis Masalah Sertifikasi Guru Tuntas

Pelaksanaan sertifikasi guru atau pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) periode 2013 terancam tertunda. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sudah mengeluarkan surat bahwa pelaksanaan sertifikasi itu berpotensi rampung Maret tahun depan. Tetapi mereka tetap berupaya sertifikasi rampung tahun ini juga.

Banyak sekali kerugian di pihak guru jika pelaksanaan sertifikasi periode 2013 ini rampung hingga Maret 2014 nanti. Diantaranya adalah urusan pencairan tunjangan profesi bagi guru peserta sertifikasi. Seperti diketahui setiap guru yang lulus sertifikasi, akan mendapatkan sertifikat sebagai guru profesional. Untuk kompensasinya, guru tersebut mendapatkan tunjangan sertifikasi senilai satu kali gaji pokok (untuk guru PNS) dan Rp 1,5 juta per bulan utnuk guru non PNS.

Seandainya tahun ini pelaksanaan sertifikasi guru benar-benar baru rampung pada Maret 2014, otomatis tunjangan profesi untuk 250 ribu guru peserta gelombang 2013 baru cair 2015 nanti. "Guru tentu sangat dikorbankan jika benar pelaksanaan sertifikasi ini hingga Maret tahun depan. Otomatis tunjangan profesinya cair 2015," tutur Ketua Umum Pegurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo.

Dia mengatakan bahwa aturannya tunjangan sertifikasi itu dicairkan setahun setelah proses sertifkasi rampung. Sulistyo menuturkan jika sertifikasi periode 2013 berjalan normal dan beres tahun ini juga, berarti tunjangan profesinya bisa cair 2014 nanti.

Pria yang juga menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Jawa Tengah itu menuturkan, PGRI memiliki dua solusi yang ditawarkan ke pemerintah. Pertama adalah meningkatkan kapasitas peserta sertifikasi di masing-masing Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Selain itu juga menambah kampus yang ditunjuk menjadi LPTK. "Jika kapasitasnya tetap seperti sekarang, tentu tidak sanggup. Dan konsekuensinya sertifikasi molor hingga 2014 nanti," kata dia.

Solusi berikutnya adalah mengubah ketentun baru pencairan tunjangan sertifikasi. Jadi meskipun selesai 2014, tunjangan bisa dicairkan tahun itu juga. "Tidak menunggu sampai 2015 seperti pada umumnya," kata Sulistyo. Dia menegaskan pelaksanaan sertifikasi guru 2013 yang berpotensi molor hingga 2014 murni kesalahan penjadwalan di Kemdikbud. Untuk itu dia keberatan kalau sampai guru dirugikan.

Mendikbud Mohammad Nuh menuturkan, Kemdikbud tetap berupaya menuntaskan sertifikasi guru 2013 rampung tahun ini juga. "Bisa jadi akan kita tambah kapasitas pelatihannya," kata Nuh.

Pada intinya dia membenarkan bahwa pencairan tunjangan sertifikasi guru itu setahun setelah pelaksanaan PLPG. "Misalnya sertifikasi 2013 selesai tahun ini juga, berarti tahun depan (2014) guru sudah bisa menerima tunjangan profesi," katanya.


Sebaliknya jika nanti sertifikasi periode 2013 molor hingga rampung Maret 2014, otomatis pencairan tunjangannya baru terlaksana 2015. "Kita tetap berupaya keras supaya rampung tahun ini juga," tegas Nuh.

Terkait tunjangan sertifikasi guru, diberitakan masalah tersebut guru merata terjadi di hampir seluruh daerah. Di Sumut, nasib guru swasta lebih memprihatinkan lagi. Tunjangan sertifikasi selama 8 bulan belum diterima para guru swasta.

Pemerhati pendidikan, Adi Munasip, menilai, kasus ini menunjukkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan. Pasalnya, hal ini sudah terjadi berulang kali dan belum juga ada perubahan yang berarti.

"Ini sudah membuktikan pemerintah telah diskriminatif dengan guru swasta, dan tidak berpihak kepada dunia pendidikan khusunya guru swasta," ujar Adi Munasip ketika di konfirmasi, Selasa (16/7).

Adi juga membandingkan antara guru swasta dan guru pegawai negeri sipil (PNS). Di mana guru PNS yang digaji oleh pemerintah tetap menerima gaji walaupun tidak mengajar, sedangkan guru swasta menerima bayaran berdasarkan jam mengajarnya.

Untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru PNS pun, dilakukan setelah sejumlah guru melakukan aksi turun ke jalan menuntut haknya. Mestinya, langkah pemerintah tidak perlu menunggu aksi turun jalan para guru.

Sumber: Jawa Pos



Read More...