Tuesday, August 27, 2013

Kegiatan Calon Peserta Sertifikasi Guru Kemenag 2013

Advertisement

Pelaksanaan program sertifikasi yang telah dimulai pada tahun 2006 telah dirasakan hasilnya oleh segenap stakeholder termasuk pendidikan madrasah. Namun begitu, berbagai untuk meningkatkan pelaksanaaan program ini serta memetakan kendala serta permasalahan yang dihadapi harus selalu dilaksanakan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Nursyam, M.Si. menyatakan pentingnya Badan Litbang Kemenag RI untuk meneliti efektifitas program sertifikasi guru. “Apakah ada korelasi antara tingkat kesejahteraan guru dengan peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi LPTK Sertifikasi Guru 2013 yang diselenggarakan di Batam, 11-13 Juli 2013.

Menurut Nursyam, hasil penelitian UNESCO sangat mengkhawatirkan pada kelanjutan program sertifikasi guru, karena ditemukan bahwa guru yang telah dan belum sertifikasi tidak menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan. Padahal seharusnya mereka yang telah disertifikasi memiliki kompetensi profesionalnya yang optimal. “Saya ingin ada data yang berbanding terbalik dengan hasil penelitian di lingkungan kemendikbud tersebut,” ujarnya.

Adapun kegiatan sertifikasi guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2013 terus berlanjut. Di berbagai daerah sejak Juli sudah mulai menerima bahan sertifikasi semester ganjil untuk guru pendidikan agama Islam (Pais) dan pengawas Pais tahun pelajaran 2013/2014.

Disamping itu Kemenag memberikan Pengumuman Resmi Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah 2013, dimana panduan dan file-nya bisa dibaca pada artikel Pengumuman Calon Peserta Sertifikasi Guru Kemenag 2013.

Terkait anggaran Pendidikan Islam , Dirjen Pendidikan Islam meminta agar realisasi anggaran dipercepat mengingat sudah berada di semester kedua TA 2013. Setelah kendala kebijakan dan kendala teknis akibat pemblokiran terlampaui, seluruh satker diminta serius dan dapat bekerja keras menjalankan program di atas peraturan dan prosedur baku. “Kita mempunyai empat ribuan satker, dengan anggaran sekitar 3,8 triliun, sementara DJA baru meluncurkan anggaran tersebut tanggal 8 Juni yang lalu. Ini problem kita yang luar biasa,” katanya.

Selain anggaran pelaksanaan sertifikasi yang belum bisa dilaksanakan, keterlambatan juga terjadi pada program lainnya, seperti Bidik Misi. Oleh karena itu banyak mahasiswa penerima program Bidik Misi yang harus menghadapi masalah besar dalam masa studinya. “Ada yang jual sepeda motor, jual kue, ada yang drop out dari kampusnya,” jelasnya.

Sumber : Kementerian Agama

Disusun oleh Team sertifikasi-guru.com

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment