Monday, August 26, 2013

Kemdikbud Setarakan Tenaga Terampil Dengan Sarjana

Advertisement

Tenaga kerja terampil merupakan Tenaga kerja yang terlatih, mereka adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Keberadaan tenaga terampil yang mengandalkan pengalaman, kompetensi yang dimiliki masih memiliki posisi marjinal, dibandingkan dengan tenaga kerja dengan ijasah formal. Sehingga, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merencanakan untuk menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan, dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Implementasinya, setiap tenaga kerja terampil akan dimasukkan ke dalam sembilan jenjang kualifikasi, dimana jenjang satu sebagai jenjang terendah. Sedangkan, jenjang sembilan adalah jenjang tertinggi. Kemudian, para tenaga terampil tersebut dikategorikan berdasarkan jenjang tersebut. Pengkategorian mencakup dua deskripsi yaitu deskripsi umum, dan khusus.


Adapun deskripsi umum mencakup adalah karakter, kepribadian, sikap berkarya, etika, moral yang berlaku pada setiap jenjang. Deskripsi spesifik mencakup keilmuan, pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan yang dikuasai seseorang bergantung pada jenjangnya. Apabila sudah memenuhi kategori, tenaga terampil dapat disetarakan dengan pendidikan formal pada umumnya.

Saat membuka Sosialisasi Internasional Qualification Framework (KKNI) Lintas Kementerian, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi mencontohkan, seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman, dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Dia melanjutkan, “Sedangkan, teknisi atau analisis ada di jenjang enam dapat disetarakan dengan sarjana, dan seorang ahli dengan jenjang sembilan dapat disandingkan dengan seorang doktor” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, 14 Agustus 2013.

Sumber: Portal Kemdikbud

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment