Saturday, August 24, 2013

Sertifikasi Guru Dijadwalkan Selesai Desember 2013

Advertisement

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. mengatakan proses sertifikasi untuk 2013 dipastikan selesai pada pertengahan Desember mendatang.

Unifah mengatakan pihaknya sudah membagi kapasitas-kapasitas Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang ada agar proses sertifikasi bisa selesai tepat waktu. Pembagian dilakukan berdasarkan Program Studi, infrastruktur, pengalaman dan kekuatan sumber daya manusia. Setiap LPTK memiliki 23 hingga 25 kelas yang setiap kelasnya mampu menampung hingga 30 orang peserta.

Dia juga mengatakan kuota untuk sertifikasi untuk 2013 adalah sebanyak 250 ribu orang. Namun yang jumlah yang terserap baru mencapai 244 ribu orang. "Kami terus melakukan penjaringan agar jumlah 250 ribu terpenuhi," jelasnya pada Rabu (14/8).

Dari total jumlah guru yang diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, sebanyak 1,2 guru diantaranya sudah tersertifikasi. Guru yang berhak mengikuti program sertifikasi yaitu guru yang diangkat sebelum 2005 yang berdasarkan amanat UU Guru dan Dosen harus disertifikasi dan guru yang diangkat pada periode 2005-2012 melalui Pendidikan Pelatihan Guru (PPG). Sementara itu anggaran yang digunakan untuk sertifikasi ini berjumlah sekitar Rp 625 miliar dengan peruntukan sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap orangnya.

Disinggung soal terancam terlambat selesainya proses sertifikasi guru, anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan seharusnya pemerintah membuat perencanaan atau kuota tentang berapa jumlah guru yang bisa disertifikasi dalam satu tahun sehingga pembayaran tunjangan sertifikasi jelas dan tidak molor dari jadwal. Jangan sampai membuat perencanaan tidak matang.

"Satu tahun setelah sertifikasi memang guru akan terima tunjangannya. Kalau sudah melewati tahun anggaran dari yang ditetapkan, ada kemungkinan beberapa guru yang mengikuti sertifikasi di akhir tahun tidak mendapatkan tunjanganya," jelasnya.

Pencairan tunjangan sertifikasi guru terancam terlambat. Hal ini diakibatkan permasalahan penjadwalan proses sertifikasi guru yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Molornya penjadwalan dituding banyak pihak sebagai penyebab tidak selesainya proses sertifikasi yang seharusnya selesai pada Desember mendatang.

Sebagaimana diketahui setiap guru yang lulus sertifikasi akan mendapatkan sertifikat sebagai guru. Guru yang bersertifikasi tersebut akan mendapatkan tunjangan sertifikasi senilai satu kali gaji pokok (untuk guru PNS) dan Rp 1,5 juta per bulan untuk guru non PNS.

Terkait pencairan tunjangan sertifikasi guru terancam terlambat akibat permasalahan penjadwalan proses sertifikasi oleh Kemdikbud. Molornya penjadwalan dituding banyak pihak sebagai penyebab tidak selesainya proses sertifikasi yang seharusnya selesai pada Desember mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan pihaknya tetap mengupayakan agar proses sertifikasi bisa selesai pada 2013 rampung tahun ini juga. Ditanya soal keharusan pencairan tunjangan sertifikasi setahun setelah Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), ia tidak membantah.

"Misalnya sertifikasi 2013 selesai tahun ini juga, berarti tahun depan (2014) guru sudah bisa menerima tunjangan profesi," kata M Nuh, Senin (12/8).

Namun jika proses sertifikasi periode 2013 terlambat dan baru selesai pada Maret 2014, maka pencairan tunjangannya baru akan terlaksana pada 2015. Sebagaimana diketahui, Kemdikbud sudah mengeluarkan surat yang memberitahukan pelaksanaan sertifikasi guru kemungkinan akan rampung pada Maret 2014 mendatang.

Salah satu cara yang akan dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi guru adalah dengan menambah kapasitas dan durasi dalam pelatihannya. Dengan begitu diharapkan pelaksanaan sertifikasi dapat berlangsung dalam waktu yang tidak melebihi batas yang sudah ditentukan yaitu pada Desember 2013.

"Bisa jadi akan kita tambah kapasitas pelatihannya," jelasnya.

Menanggapi kemungkinan terlambatnya proses sertifikasi, Ketua Umum Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan guru merupakan pihak yang akan sangat dirugikan dalam hal ini.

Aturan untuk mencairkan tunjangan sertifikasi setahun setelah proses sertifkasi selesai wajib dilaksanakan. Sulistyo mengatakan terdapat dua alternatif cara yang yang dapat dilakukam. Pertama adalah dengan meningkatkan meningkatkan kapasitas peserta sertifikasi di masing-masing Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Selain itu pemerintah juga dapat menambah kampus yang ditunjuk menjadi LPTK. Cara kedua adalah dengan mengubah ketentuan baru pencairan tunjangan sertifikasi. Jadi misalkan proses sertifikasi guru selesai pada 2014, tunjangan sertifikasi tetap bisa dicairkan pada tahun yang sama dan tidak perlu menunggu satu tahun ke depan.

Sebagaimana diketahui setiap guru yang lulus sertifikasi akan mendapatkan sertifikat sebagai guru. Guru yang bersertifikasi tersebut akan mendapatkan tunjangan sertifikasi senilai satu kali gaji pokok (untuk guru PNS) dan Rp1,5 juta per bulan untuk guru non PNS.

Jika pelaksanaan sertifikasi guru baru selesai pada Maret 2014, otomatis tunjangan profesi untuk 250 ribu guru peserta sertifikasi periode 2013 baru akan cair pada 2015 mendatang.



Sumber: Metrotv News

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment