Sunday, March 31, 2013

110 Ribu Guru Jateng Belum Punya NUPTK

Dari sekitar 490 ribu guru di wilayah Jawa Tengah ternyata belum semuanya memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), diberitakan baru 380 ribu guru yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Artinya, masih ada sekitar 110 ribu guru yang belum ber-NUPTK.

Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo mengatakan, saat ini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghentikan penerbitan NUPTK. Menurut Sulistiyo kepada Suara Merdeka, ini namanya ngawur. Karena kalau mereka belum punya NUPTK, belum bisa ikut sertifikasi.

NUPTK merupakan data identitas pendidik atau tenaga kependidikan yang bersifat nasional. Mereka yang telah memilik NUPTK berarti telah diakui oleh Kemdikbud sebagai tenaga pendidikan dan kependidikan terdaftar. Berbagai program peningkatan kesejehtaraan, serta kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat maupun daerah didasarkan pada NUPTK, termasuk sertifikasi.

Sulistiyo berharap pemerintah mau lebih serius dalam melakukan manajemen guru. Sejumlah pengaduan yang diajukan menyatakan bahwa masih banyak guru yang memenuhi syarat, namun sampai dengan saat ini belum memperoleh NUPTK.

Pemerintah, sambung dia, harus memberikan apa yang menjadi hak para guru, seperti apa yang telah diatur dan dijanjikan oleh pemerintah sendiri.

"Jangan sampai lahir sejumlah tuduhan bahwa pemerintah tidak serius atau main-main, misalnya dengan sertifikasi dan tunjangan sertifikasi," ungkap anggota Komite III DPD RI itu.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya menyesalkan penghentian tunjangan kepada para penilik lembaga penyelenggara pendidikan luar sekolah (PLS), seperti PAUD, PKBM dan lembaga kursus. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi preseden buruk untuk
kedepanya. Pemerintah, harap dia, juga dapat memberikan hak-hak yang sesuai kepada mereka.

"Guru yang diangkat menjadi penilik diharapkan juga dapat ikut sertifikasi dan mendapatkan tunjangan profesi. Kalau tidak, dkhawatirkan tidak ada guru yang baik yang mau menjadi penilik," harap Sulistiyo.

Sebagai informasi, ada perbedaan tugas antara pengawas sekolah dengan penilik. Pengawas bertugas untuk mengawasi sekolah-sekolah, sedangkan penilik lingkup objeknya pada jalur pendidikan nonformal. Namun, keduanya sama-sama mengemban jabatan fungsional.

"Untuk pengawas sepertinya haknya masih diberikan, tapi penilik (haknya) dihentikan. Alasannya karena dianggap bukan guru. Padahal mereka guru yang diangkat menjadi penilik," ungkapnya.

Sumber: Suara Merdeka


Read More...

Kurikulum 2013 Siap Dilaksanakan

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan penyiapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Ditargetkan Kurikulum 2013 sudah dapat dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2013/2014. Demikian dikatakan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, di Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta (27/3).

Ibnu menjelaskan, persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 meliputi penyiapan buku dan pelatihan guru. Untuk buku, ditargetkan pada 28 April 2013 sudah siap cetak, dan pada 10 Juli 2013 sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah. “Pada hari pertama tahun pelajaran baru buku sudah diterima murid”, ujarnya.

Adapun pelatihan guru, akan dimulai pada Juni 2013, bersamaan dengan jadwal libur sekolah. Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap, pada kelas I dan IV SD, kelas VII SMP dan Kelas X SMA.

Terkait dengan anggaran Kurikulum 2013, Ibnu Hamad mengatakan, sudah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada Jumat (8/03). Anggaran Kurikulum 2013 berjumlah Rp 2,491 triliun, terdiri atas anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun (69,9 persen) dan anggaran tambahan sebanyak Rp 751,4 miliar (30,1 persen).

Anggaran melekat, kata Ibnu, bersumber dari APBN sebesar Rp 991,8 miliar dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 748,5 miliar. Anggaran ini digunakan untuk pelatihan guru dan pengadaan buku bagi siswa dan guru. Adapun anggaran tambahan digunakan untuk penyiapan dokumen kurikulum, penulisan buku, penggandaan buku, pelatihan guru, dan monitoring dan evaluasi.

Untuk menghindari terjadinya penyimpangan, khususnya penyiapan buku, Kemdikbud menerapkan lelang terbuka melalui situs lpse kemdikbud.go.id. Selain itu, selama proses pelelangan berlangsung panitia lelang didampingi unsur Inspektorat Jenderal Kemdikbud dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Agar implementasi Kurikulum 2013 bisa dilaksanakan tanpa menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari, Kemdikbud akan mengkonsultasikan kebijakan dan anggaran kurikulum 2013 dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Terkait implementasi kurikulum 2013, berbagai pihak sudah menyatakan dukungannya. Sebagai contoh Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mendukung Kurikulum 2013. Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, pada Halaqah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pada Sabtu, (30/3), di Aula Kampus I IAIN Walisongo. "MUI Jawa Tengah mendukung kurikulum 2013," katanya.

Darodji menambahkan, kontribusi dan masukan dari para ulama akan mampu meningkatkan peran pendidikan agama untuk memperkuat akhlak yang mulia generasi penerus bangsa.

Sumber: Kemdikbud

Read More...

Saturday, March 23, 2013

Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Diperkirakan April

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan macetnya pencairan tunjangan profesi guru senilai Rp10 triliun yang dialokasikan untuk Tunjangan Profesi Pendidik (TPP), karena mengendap di rekening pemerintah kabupaten/kota (pemkab/pemkot).

Mendikbud menyatakan begitu setelah mendapat laporan tentang hal tersebut sehingga terlambatnya pencairan dana sertifikasi guru. Pihaknya telah membentuk tim pengusut. “Tim inilah yang nantinya mengecek masalahnya di mana, kalau diendapkan ya dicairkan,” ujar Muhammad Nuh.



Kedatangan Mendikbud Muhammad Nuh ke Sambas Kalimantan Barat ternyata belum diperoleh kejelasan mengenai diblokirnya anggaran Kemendikbud oleh Menteri Keuangan hingga Rp62,1 triliun.

Lebih dari itu, tersendatnya pembayaran sertifikasi guru dan mengendapnya dana sertifikasi lima kabupaten di Kalbar di Senayan menurut Kadis Dikbud Kalbar, belum ada jawaban.

Menurut Mendikbud ketika menyinggung sertifikasi guru dalam sambutan meresmikan Politeknik Negeri Sambas, Sabtu (9/3), bahwa apabila pendataan tuntas, diperkirakan bulan April 2013 ini tunjangan sertifikasi guru cair.

“Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah membentuk tim untuk memproses tunjangan sertifikasi guru. Termasuk jika ada kemacetan pencairan tunjangan sertifikasi,” ungkap Mendikbud di Sambas, kemarin.

Mendikbud mengakui adanya keterlambatan bahkan masih simpang siurnya pelunasan dana sertifikasi guru.

“Sertifikasi guru tetap jalan terus. Saat ini kita bentuk tim terkait pencairan dana tersebut. Saat ini tim sedang melakukan pendataan dan validasi. Jika semua selesai, diperkirakan April ini sudah bisa dibayarkan,” ujar M Nuh.

Menyinggung soal tunjangan khusus guru perbatasan, Mendikbud meminta pembayaran tunjangan guru perbatasan agar dipermudah dan diperlancar. “Tunjangan guru perbatasan itu dibayar setiap triwulan sekali dengan besaran satu bulan gaji pokok,” katanya.

Karena itu ia menekankan agar masalah tunjangan tersebut diperhatikan dinas pendidikan kabupaten/kota wilayah perbatasan. Ia menegaskan, setiap guru yang bertugas di wilayah perbatasan otomatis menerima tunjangan khusus perbatasan.

“Semua guru yang bertugas di wilayah perbatasan diberikan tunjangan khusus guru perbatasan sebagaimana aturan berlaku,” ingatnya.

Untuk permasalahan tunjangan guru bersertifikasi bisa dibaca artikel Problematika Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru, untuk kita sharing pendapat terima kasih!


Sumber: Equator News


Read More...

Pencairan Dana Sertifikasi Guru Tasikmalaya Dijadwalkan April

Pemerintah Kota Tasikmalaya akan segera mengucurkan tunjangan sertifikasi bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tasikmalaya untuk triwulan pertama Januari-Februari-Maret. Tunjangan tersebut akan diberikan pada bulan April nanti. Menurut keterangan Apep Yosa, Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Tasikmalaya bahwa jika tidak ada kendala, bulan depan (April) tunjangan sertifikasi guru PNS akan segera cair. Hal tersebut sesuai dengan amanat Permen Nomor 41 tahun 2013, demikian disampaikan Apep di ruang kerjanya, Rabu (20/3).

Apep menjelaskan, tahun 2013 alokasi anggaran untuk tunjangan sertifikasi naik menjadi Rp 169 miliar. Sebelumnya di tahun 2012 sekitar Rp 118 miliar.
”Seiring dengan bertambahnya guru PNS yang bersertifikasi, jumlah anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat menjadi lebih besar,” paparnya.



Dia menambahkan, selain tunjangan sertifikasi bagi guru PNS, di bulan April juga akan dicairkan tunjangan non sertifikasi bagi guru CPNS yang jatahnya telah diplot sebesar Rp 250 ribu per bulan.

”Anggaran bagi gaji non sertifikasi tahun ini sebesar Rp 1, 542 miliar dan ini menurun dibanding tahun 2012 yang kebutuhannya mencapai Rp 4,782 miliar,” tuturnya.
Saat ini, kata Apep, bendahara dinas dan bidang pendidik atau tenaga kependidikan (PTK) sedang melakukan cek ulang dan pencermatan jumlah guru serta berapa besaran yang akan dibayarkan.

Pencermatan, kata dia, perlu dilakukan sebab kemungkinan besar ada guru yang sudah pensiun tapi oleh bidang PTK Disdik masih dimasukan. Padahal seharusnya sudah tidak mendapat pembayaran lagi, sehingga hal seperti itu harus dihilangkan. “Harus benar-benar sinkron antara data yang ada di bendahara dan PTK sehingga pada saat pembayaran bisa clear secara keseluruhan,” tandasnya.

Pemko Tasikmalaya belum memastikan tanggal pastinya, namun rencananya di bulan April 2013. Demikian info kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Jawa Pos



Read More...

Thursday, March 21, 2013

Implementasi Kurikulum 2013 Perlu Guru yang Inovatif

Pelaksanaan kurikulum 2013 harus dibarengi dengan kemampuan guru untuk menguasai teknologi informasi komunikasi dan inovatif dalam mengajar. Menurut Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, Ph.D menyatakan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum teknologi. Menurutnya dari sekitar 5,6 juta guru di Indonesia, baru sekitar 2 persennya saja yang inovatif,” demikian kata Haris Iskandar saat bertemu wartawan, di Solo, Jawa Tengah.

Padahal, lanjut Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, bagi guru yang inovatif, perubahan kurikulum tak harus mereka akses dari jalur resmi namun bisa searching di internet. Selanjutnya sehingga bagi guru yang modern, ketika kurikulum berubah sudah bisa melaksanakan dari sekarang.

Untuk kelancaran kurikulum 2013 mendatang, menurut Harris, kuncinya pada guru. Tinggal bagaimana memiliki harapan yang tinggi pada guru. Seperti halnya seorang guru memiliki harapan yang tinggi terhadap anak didiknya.

“Kendati hasil ujian kompetensi guru masih rendah, tetapi kita musti memiliki harapan yang tinggi terhadap guru. Dengan harapan tinggi, mudah-mudahan kinerja guru juga tinggi,” tandasnya.

Harris menyatakan bahwa masyarakat harus berani melakukan tindakan, dan tidak menyerah hanya pada insiden. Kita jangan terpukul hanya karena insiden seperti yang tempo hari terjadi ada 4.000 guru yang salah mengisi uji kompetensi guru.

“Tetapi jika melihat jumlah guru yang 5,6 juta, persoalan 4.000 guru yang salah mengisi adalah insiden yang terlalu kecil,” ujarnya.

Untuk itu, tandas Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, dalam rangka meningkatkan pendidikan di Indonesia, maka semua komponen harus bergerak, mulai dari pemerintah, sekolah hingga masyarakat supaya gandrung pada pendidikan.

Sumber: Suara Merdeka


Read More...

PGRI Usulkan Standar Penghasilan Guru

Pemerintah dinilai kurang memberikan perhatian kepada guru swasta dan honorer (non-PNS). Padahal, tidak sedikit dari mereka yang memiliki beban kerja sama atau bahkan lebih ketimbang guru-guru PNS.

Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengatakan, masih sangat banyak guru non-PNS yang memperoleh penghargaan atau penghasilan yang jauh dari layak, meskipun mereka telah bekerja penuh selama satu minggu. Karena itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat standar minimal penghasilan bagi para guru. Hal itu sebagai salah satu wujud penghargaan terhadap jasa guru sebagai ujung tombak pendidikan.

”Kami usulkan ada standar minimal penghasilan guru. Negara ini aneh, pekerja saja diatur penghasilan minimalnya, tapi kenapa guru tidak? Pa­dahal, mereka (guru non-PNS) banyak yang bekerja penuh dan ber­­prestasi,” ungkap Sulistiyo kepada Suara Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, aturan tentang standar minimal penghasilan guru tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Pemerintah dinilai mampu memberikan subsidi penghasilan kepada guru honorer dan guru swasta, sehingga tercipta standar minimal penghasilan. Sebab, anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan sangatlah besar. Ketua PGRI mengilustrasikan misalnya guru disubsidi Rp 500.000 se-Indonesia, ia menganggap pemerintah masih mampu.

Dia mengemukakan, sampai saat belum ada kesetaraan dalam bidang kepegawaian antara guru non-PNS dengan guru PNS. ”Seharusnya diperlakukan sama supaya punya kepangkatan seperti dosen-dosen PTS yang punya pangkat sama persis dengan dosen PNS, tapi guru tidak,” ungkapnya.

Guru non-PNS yang memiliki kepangkatan hanya yang melalui proses inpassing. Akan tetapi, menurut dia, Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur inpassing sekarang sudah tidak berlaku.

Guru-guru honorer di sekolah negeri yang diangkat langsung oleh sekolah tidak dapat mengikuti sertifikasi, meskipun tak jarang beban kerja dan kemampuan kerja mereka sama dengan guru lainnya. Hal tersebut tertera dalam pedoman sertifikasi guru.

”Padahal, di PP tentang guru itu sudah diizinkan. Pemerintah tidak fair, manajemen guru sangat tidak baik. Banyak persoalan yang tidak terselesaikan,” tandas anggota Komite III DPD RI itu.

Sumber: Suara Merdeka


Read More...

Sunday, March 10, 2013

Sertifikasi Guru Kabupaten Pangandaran

Kabupaten Pangandaran merupakan daerah baru yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Program sertifikasi guru akan diselenggarakan di daerah ini.

Data merupakan faktor yang penting untuk digunakan dalam penetapan urutan prioritas ini. Secara umum, sertifikasi guru diselenggarakan oleh dua Kementerian yaitu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Peserta sertifikasi dibawah Kementerian Agama adalah guru yang mengajar di sekolah lingkungan Kementerian Agama dan guru agama yang mengajar dimana saja, sedangkan guuru lainnya akan disertifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berikut kami sampaikan data rekapan sementara calon peserta sertifikasi guru di wilayah ini, selamat menyimak!

Data Calon Peserta sertifikasi Guru:


No.NUPTKNamaTempat Tugas
1 5149727629200033 Pipin Resdiyana Rusdian SMK (SMEA) Putra Pangandaran
2 2948733639300002 EMPONG JUAERAH WILDAN ASWINTA SD Negeri 3 Cijulang
3 1040737636200003 NANA SURYANA SDN 2 LANGKAPLANCAR
4 0362738639200013 ATANG WIDARMAN SD N 2 PARIGI
5 6846739640300012 DEDEH SISWANDIAH SD NEGERI 3 LANGKAPLANCAR
6 3042739642200023 Toto Suryoto SDN 4 PANGANDARAN
7 3238740643200043 AEN KARNAEN SD N 3 Kalipucang
8 5255740640200003 T A R Y A SD N 1 CIPARIGI
9 3446740642300053 NUR NASUAH SD N 2 CIJULANG
10 1449740642200033 Ade Suherlan SD N 3 PANGANDARAN

Data di atas merupakan data dari beberapa diantaranya dari guru yang belum bersertifikat pendidik. Nantinya anda bisa mengeceknya di http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

Demikian info sementara sertifikasi guru Kabupaten Pangandaran, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Diedit berdasarkan data sergur Kemdikbud

Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Yogyakarta

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi DI. Yogyakarta menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 10.685 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Sleman 2.917 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kota Yogyakarta 1.299 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bantul 2.368 peserta
2 Kabupaten Gunungkidul 2.471 peserta
3 Kabupaten Kulon Progo 1.630 peserta
4 Kabupaten Sleman 2.917 peserta
5 Kota Yogyakarta 1.299 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Yogyakarta. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sumut

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sumatera Utara menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 37.289 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Deli Serdang 6.004 peserta!, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Nias Barat 235 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Asahan 1.873 peserta
2 Kabupaten Batu Bara 1.377 peserta
3 Kabupaten Dairi 1.535 peserta
4 Kabupaten Deli Serdang 6.004 peserta
5 Kabupaten Humbang Hasundutan 1.299 peserta
6 Kabupaten Karo 2.123 peserta
7 Kabupaten Labuhanbatu 1.179 peserta
8 Kabupaten Labuhanbatu Selatan 798 peserta
9 Kabupaten Labuhanbatu Utara 1.211 peserta
10 Kabupaten Langkat 3.369 peserta
11 Kabupaten Mandailing Natal 1.816 peserta
12 Kabupaten Nias 355 peserta
13 Kabupaten Nias Barat 235 peserta
14 Kabupaten Nias Selatan 366 peserta
15 Kabupaten Nias Utara 503 peserta
16 Kabupaten Padang Lawas 985 peserta
17 Kabupaten Padang Lawas Utara 961 peserta
18 Kabupaten Pakpak Bharat 494 peserta
19 Kabupaten Samosir 871 peserta
20 Kabupaten Serdang Bedagai 2.103 peserta
21 Kabupaten Simalungun 2.071 peserta
22 Kabupaten Tapanuli Selatan 383 peserta
23 Kabupaten Tapanuli Tengah 1.357 peserta
24 Kabupaten Tapanuli Utara 1.738 peserta peserta
25 Kabupaten Toba Samosir 1.136 peserta
26 Kota Binjai 1.347 peserta
27 Kota Gunungsitoli 599 peserta
28 Kota Medan 2.658 peserta
29 Kota Padang Sidempuan 1.285 peserta
30 Kota Pematangsiantar 945 peserta
31 Kota Sibolga 537 peserta
32 Kota Tanjungbalai 517 peserta
33 Kota Tebing Tinggi 702 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sumut. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sumsel

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sumatera Selatan menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 23.113 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kota Palembang 2.846 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kota Lubuklinggau 552 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Banyuasin 2.137 peserta
2 Kabupaten Empat Lawang 610 peserta
3 Kabupaten Lahat 2.037 peserta
4 Kabupaten Muara Enim 2.075 peserta
5 Kabupaten Musi Banyuasin 1.396 peserta
6 Kabupaten Musi Rawas 1.704 peserta
7 Kabupaten Ogan Ilir 1.716 peserta
8 Kabupaten Ogan Komering Ilir 2.497 peserta
9 Kabupaten Ogan Komering Ulu 1.019 peserta
10 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 2.000 peserta
11 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 1.246 peserta
12 Kota Lubuklinggau 552 peserta
13 Kota Pagar Alam 680 peserta
14 Kota Palembang 2.846 peserta
15 Kota Prabumulih 598 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sumsel. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sumbar

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sumatera Barat menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 17.462 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kota Padang 2.258 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kota Solok 278 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Agam 1.791 peserta
2 Kabupaten Dharmasraya 463 peserta
3 Kabupaten Lima Puluh Kota 1.652 peserta
4 Kabupaten Kepulauan Mentawai 560 peserta
5 Kabupaten Padang Pariaman 1.013 peserta
6 Kabupaten Pasaman 447 peserta
7 Kabupaten Pasaman Barat 1.124 peserta
8 Kabupaten Pesisir Selatan 1.690 peserta
9 Kabupaten Sijunjung 530 peserta
10 Kabupaten Solok 1.013 peserta
11 Kabupaten Solok Selatan 682 peserta
12 Kabupaten Tanah Datar 1.055 peserta
13 Kota Bukittinggi 526 peserta
14 Kota Padang 2.258 peserta
15 Kota Padangpanjang 280 peserta
16 Kota Pariaman 488 peserta
17 Kota Payakumbuh 607 peserta
18 Kota Sawahlunto 517 peserta
19 Kota Solok 278 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sumbar. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.



Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sulut

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sulawesi Utara menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 9792 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kota Manado 1.475 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 172 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bolaang Mongondow 624 peserta
2 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 172 peserta
3 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 243 peserta
4 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 533 peserta
5 Kabupaten Kepulauan Sangihe 775 peserta
6 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 540 peserta
7 Kabupaten Kepulauan Talaud 644 peserta
8 Kabupaten Minahasa 1.234 peserta
9 Kabupaten Minahasa Selatan 973 peserta
10 Kabupaten Minahasa Tenggara 544 peserta
11 Kabupaten Minahasa Utara 918 peserta
12 Kota Bitung 442 peserta
13 Kota Kotamobagu 307 peserta
14 Kota Manado 1.475 peserta
15 Kota Tomohon 368 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sulut. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sultra

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 6383 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Konawe Selatan 735 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Wakatobi 314 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bombana 599 peserta
2 Kabupaten Buton 489 peserta
3 Kabupaten Buton Utara 389 peserta
4 Kabupaten Kolaka 702 peserta
5 Kabupaten Kolaka Utara 540 peserta
6 Kabupaten Konawe 661 peserta
7 Kabupaten Konawe Utara 261 peserta
8 Kabupaten Konawe Selatan 735 peserta
9 Kabupaten Muna 670 peserta
10 Kabupaten Wakatobi 314 peserta
11 Kota Bau-Bau 408 peserta
12 Kota Kendari 615 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sultra. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sulteng

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sulteng menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 13.182 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Banggai 1.489 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Tojo Una-una 830 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Banggai 1.489 peserta
2 Kabupaten Banggai Kepulauan 910 peserta
3 Kabupaten Buol 1.326 peserta
4 Kabupaten Donggala 892 peserta
5 Kabupaten Morowali 1.473 peserta
6 Kabupaten Parigi Moutong 1.601 peserta
7 Kabupaten Poso 1.315 peserta
8 Kabupaten Sigi 1.317 peserta
9 Kabupaten Tojo Una-una 830 peserta
10 Kabupaten Tolitoli 950 peserta
11 Kota Palu 1.079 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sulteng. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sulsel

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sulsel menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 25.480 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Bone 2.124 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Toraja Utara 556 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bantaeng 853 peserta
2 Kabupaten Barru 782 peserta
3 Kabupaten Bone 2.124 peserta
4 Kabupaten Bulukumba 1.434 peserta
5 Kabupaten Enrekang 906 peserta
6 Kabupaten Gowa 1.492 peserta
7 Kabupaten Jeneponto 892 peserta
8 Kabupaten Kepulauan Selayar 1.297 peserta
9 Kabupaten Luwu 858 peserta
10 Kabupaten Luwu Timur 569 peserta
11 Kabupaten Luwu Utara 930 peserta
12 Kabupaten Maros 635 peserta
13 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan 1.075 peserta
14 Kabupaten Pinrang 1.254 peserta
15 Kabupaten Sidenreng Rappang 1.552 peserta
16 Kabupaten Sinjai 1.758 peserta
17 Kabupaten Soppeng 1.019 peserta
18 Kabupaten Takalar 619 peserta
19 Kabupaten Tana Toraja 851 peserta
20 Kabupaten Toraja Utara 556 peserta
21 Kabupaten Wajo 1.018 peserta
22 Kota Makassar 1.623 peserta
23 Kota Palopo 796 peserta
24 Kota Parepare 587 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sulsel. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Sulbar

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Sulbar menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 3865 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Polewali Mandar 1.113 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Mamuju 596 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Majene 832 peserta
2 Kabupaten Mamasa 655 peserta
3 Kabupaten Mamuju 596 peserta
4 Kabupaten Mamuju Utara 669 peserta
5 Kabupaten Polewali Mandar 1.113 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Sulbar. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Riau

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Riau menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 30.022 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Rokan Hilir 4.421 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Rokan Hulu 811 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bengkalis 3.152 peserta
2 Kabupaten Indragiri Hilir 1.836 peserta
3 Kabupaten Indragiri Hulu 2.236 peserta
4 Kabupaten Kampar 3.367 peserta
5 Kabupaten Kepulauan Meranti 1.889 peserta
6 Kabupaten Kuantan Singingi 2.766 peserta
7 Kabupaten Pelalawan 1.462 peserta
8 Kabupaten Rokan Hilir 4.421 peserta
9 Kabupaten Rokan Hulu 811 peserta
10 Kabupaten Siak 1.674 peserta
11 Kota Dumai 2.026 peserta
12 Kota Pekanbaru 4.372 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Riau. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Papua Barat

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Papua Barat menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 3195 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Sorong 562 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Teluk Wondama 1 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Fakfak 418 peserta
2 Kabupaten Kaimana 304 peserta
3 Kabupaten Manokwari 554 peserta
4 Kabupaten Maybrat 63 peserta
5 Kabupaten Raja Ampat 317 peserta
6 Kabupaten Sorong 562 peserta
7 Kabupaten Sorong Selatan 179 peserta
8 Kabupaten Tambrauw 35 peserta
9 Kabupaten Teluk Bintuni 284 peserta
10 Kabupaten Teluk Wondama 1 peserta
11 Kota Sorong 478 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Papua Barat. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Papua

Di Indonesia, pengakuan guru sebagai pendidik profesional dibuktikan melalui sertifikat pendidik yang diperoleh melalui suatu proses yang disebut sertifikasi. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai salah satu upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan formal. Untuk itu, terus dilakukan perbaikan pelaksanaan sertifikasi guru.

Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Landasan hukum yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru sejak tahun 2009 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tahun 2013 merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan.

Di wilayah Provinsi Papua menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 7794 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru, untuk daerah Kabupaten Waropen belum /tidak ada data menurut rekapan Kemdikbud . Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kota Jayapura 935 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Nduga hanya 6 peserta menurut data panitia sertifikasi guru Kemdikbud. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Asmat 278 peserta
2 Kabupaten Biak Numfor 475 peserta
3 Kabupaten Boven Digoel 116 peserta
4 Kabupaten Deiyai 228 peserta
5 Kabupaten Dogiyai 83 peserta
6 Kabupaten Intan Jaya 45 peserta
7 Kabupaten Jayapura 617 peserta
8 Kabupaten Jayawijaya 586 peserta
9 Kabupaten Keerom 341 peserta
10 Kabupaten Kepulauan Yapen 378 peserta
11 Kabupaten Lanny Jaya 81 peserta
12 Kabupaten Mamberamo Raya 136 peserta
13 Kabupaten Mamberamo Tengah 65 peserta
14 Kabupaten Mappi 357 peserta
15 Kabupaten Merauke 889 peserta
16 Kabupaten Mimika 454 peserta
17 Kabupaten Nabire 475 peserta
18 Kabupaten Nduga 6 peserta
19 Kabupaten Paniai 315 peserta
20 Kabupaten Pegunungan Bintang 53 peserta
21 Kabupaten Puncak 103 peserta
22 Kabupaten Puncak Jaya 24 peserta
23 Kabupaten Sarmi 181 peserta
24 Kabupaten Supiori 172 peserta
25 Kabupaten Tolikara 98 peserta
26 Kabupaten Waropen Maaf data KAB. WAROPEN tidak ada / data Kemdikbud
27 Kabupaten Yahukimo 285 peserta
28 Kabupaten Yalimo 18 peserta
29 Kota Jayapura 935 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Papua. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru NTT

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi NTT menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 20.954 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Belu 2.677 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Sabu Raijua 269 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Alor 1.250 peserta
2 Kabupaten Belu 2.677 peserta
3 Kabupaten Ende 803 peserta
4 Kabupaten Flores Timur 1.060 peserta
5 Kabupaten Kupang 1.035 peserta
6 Kabupaten Lembata 382 peserta
7 Kabupaten Manggarai 931 peserta
8 Kabupaten Manggarai Barat 1.201 peserta
9 Kabupaten Manggarai Timur 924 peserta
10 Kabupaten Nagekeo 1.087 peserta
11 Kabupaten Ngada 698 peserta
12 Kabupaten Rote Ndao 866 peserta
13 Kabupaten Sabu Raijua 269 peserta
14 Kabupaten Sikka 1.806 peserta
15 Kabupaten Sumba Barat 656 peserta
16 Kabupaten Sumba Barat Daya 895 peserta
17 Kabupaten Sumba Tengah 559 peserta
18 Kabupaten Sumba Timur 801 peserta
19 Kabupaten Timor Tengah Selatan 984 peserta
20 Kabupaten Timor Tengah Utara 967 peserta
21 Kota Kupang 1.103 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru NTT. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.



Read More...

Saturday, March 9, 2013

Calon Peserta Sertifikasi Guru NTB

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi ini menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 11.422 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Lombok Tengah 1.899 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Lombok Utara 349 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Bima 1.403 peserta
2 Kabupaten Dompu 924 peserta
3 Kabupaten Lombok Barat 985 peserta
4 Kabupaten Lombok Tengah 1.899 peserta
5 Kabupaten Lombok Timur 1.677 peserta
6 Kabupaten Lombok Utara 349 peserta
7 Kabupaten Sumbawa 1.145 peserta
8 Kabupaten Sumbawa Barat 1.274 peserta
9 Kota Bima 1.265 peserta
10 Kota Mataram 861 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru NTB. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.


Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Maluku Utara

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Maluku Utara menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 6126 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Halmahera Selatan 1.059 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kota Tidore Kepulauan 239 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Halmahera Barat 1.057 peserta
2 Kabupaten Halmahera Selatan 1.059 peserta
3 Kabupaten Halmahera Tengah 649 peserta
4 Kabupaten Halmahera Timur 369 peserta
5 Kabupaten Halmahera Utara 1.004 peserta
6 Kabupaten Kepulauan Sula 331 peserta
7 Kabupaten Pulau Morotai 431 peserta
8 Kota Ternate 987 peserta
9 Kota Tidore Kepulauan 239 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Maluku Utara. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.



Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Maluku

Program sertifikasi guru terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Kebijakan sergur tahun 2013 diperbaiki baik dalam sistem penentuan peserta maupun penyelenggaraannya. Pemerintah memastikan bahwa Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi, seperti pernah disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud Syawal Gultom.

Di wilayah Provinsi Maluku menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 8331 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Maluku Tengah 1.966 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Seram Bagian Timur 65 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!



Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Buru 1.139 peserta
2 Kabupaten Buru Selatan 339 peserta
3 Kabupaten Kepulauan Aru 69 peserta
4 Kabupaten Maluku Barat Daya 338 peserta
5 Kabupaten Maluku Tengah 1.966 peserta
6 Kabupaten Maluku Tenggara 557 peserta
7 Kabupaten Maluku Tenggara Barat 1.062 peserta
8 Kabupaten Seram Bagian Barat 1.138 peserta
9 Kabupaten Seram Bagian Timur 65 peserta
10 Kota Ambon 1.278 peserta
11 Kota Tual 380 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Maluku. Perlu kita fahami bersama bahwa dari sejumlah data tersebut bahwa guru belum bersertifikat pendidik adalah guru bukan GTT dan belum memiliki sertifikat pendidik, sertifikasi guru dalam jabatan. Verifikasi data guru bertujuan mendapatkan informasi yang benar sebagai bahan informasi awal dalam penetapan peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.



Read More...

Calon Peserta Sertifikasi Guru Lampung

Di Indonesia, pengakuan guru sebagai pendidik profesional dibuktikan melalui sertifikat pendidik yang diperoleh melalui suatu proses yang disebut sertifikasi. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai salah satu upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan formal. Untuk itu, terus dilakukan perbaikan pelaksanaan sertifikasi guru.

Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Landasan hukum yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru sejak tahun 2009 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tahun 2013 merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan.



Di wilayah Provinsi Lampung menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terdapat sekitar 19.970 orang guru yang belum memperoleh sertifikat guru. Jumlah calon peserta sertifikasi terbanyak berada di daerah Kabupaten Lampung Tengah 3.297 peserta, sementara yang paling sedikit jumlahnya terdapat di daerah Kabupaten Mesuji 204 peserta. Berikut kami sampaikan rekapannya, silakan dipelajari!


Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik


No.Kabupaten / KotaJumlah Guru
Belum Bersertifikat Pendidik
1 Kabupaten Lampung Barat 1.086 peserta
2 Kabupaten Lampung Selatan 2.140 peserta
3 Kabupaten Lampung Tengah 3.297 peserta
4 Kabupaten Lampung Timur 2.636 peserta
5 Kabupaten Lampung Utara 1.795 peserta
6 Kabupaten Mesuji 204 peserta
7 Kabupaten Pesawaran 976 peserta
8 Kabupaten Pringsewus 874 peserta
9 Kabupaten Tanggamus 1.649 peserta
10 Kabupaten Tulang Bawang 958 peserta
11 Kabupaten Tulang Bawang Barat 772 peserta
12 Kabupaten Way Kanan 1.452 peserta
13 Kota Bandar Lampung 1.551 peserta
14 Kota Metro 580 peserta

Sumber : Badan PSDMP dan PMP, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud


Demikian informasi daftar guru yang belum bersertifikat pendidik atau calon peserta sertifikasi guru Lampung. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Read More...